p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Cendekia Ilmiah
Daeli, Agnestian
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) terhadap Penurunan Sesak Napas pada Pasien Efusi Pleura di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS X Jakarta Daeli, Agnestian; Widani, Ni Luh
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.15421

Abstract

Pleural Effusion merupakan kondisi patologis akibat akumulasi cairan pada rongga pleura yang dapat menghambat ekspansi paru dan menimbulkan gangguan pola napas, terutama berupa sesak napas dan penurunan efektivitas ventilasi. Apabila tidak ditangani secara optimal, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi hipoksemia dan ketidakstabilan respirasi, sehingga memerlukan penatalaksanaan yang komprehensif, termasuk intervensi keperawatan nonfarmakologis. Salah satu teknik yang dapat diterapkan adalah Active Cycle of Breathing Technique (Active Cycle of Breathing Technique atau ACBT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan ACBT dalam menurunkan sesak napas pada pasien efusi pleura di instalasi gawat darurat. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien efusi pleura dengan karakteristik klinis dan riwayat komorbid yang berbeda. Intervensi diberikan melalui tahapan breathing control, thoracic expansion exercise, dan forced expiration technique selama periode observasi klinis. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah intervensi dengan parameter frekuensi pernapasan, saturasi oksigen, dan respons klinis pasien terhadap sesak napas. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan status respirasi pada kedua pasien, yang ditandai dengan penurunan frekuensi napas, peningkatan saturasi oksigen, serta berkurangnya keluhan sesak napas setelah intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa ACBT berpotensi menjadi intervensi keperawatan berbasis bukti yang efektif dalam meningkatkan efektivitas ventilasi dan stabilitas respirasi pada pasien efusi pleura di setting kegawatdaruratan.
Pengalaman Remaja Putri dalam Mengonsumsi Tablet Tambah Darah di Jakarta Pusat Daeli, Agnestian; A, Justina Purwarini
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.15433

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan karena dapat memengaruhi pertumbuhan, kapasitas belajar, produktivitas, serta kesehatan reproduksi di masa depan. Risiko anemia pada kelompok ini meningkat akibat kehilangan darah selama menstruasi, pola konsumsi yang kurang kaya zat besi, serta rendahnya kepatuhan terhadap program suplementasi zat besi. Salah satu strategi pencegahan yang telah banyak diterapkan adalah konsumsi Iron Supplement Tablets Tablet Tambah Darah (TTD), namun pengalaman subjektif remaja dalam menjalani intervensi ini masih belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pengalaman remaja putri dalam mengonsumsi TTD sebagai upaya pencegahan anemia di Central Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi berdasarkan analisis Paul Colaizzi. Partisipan terdiri atas dua belas remaja putri yang dipilih secara purposive, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam selama periode penelitian. Analisis data menghasilkan empat tema utama, yaitu motivasi dalam mengonsumsi TTD, tantangan selama proses konsumsi, dukungan sosial dari lingkungan terdekat, serta pemahaman mengenai manfaat TTD bagi kesehatan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pengalaman konsumsi TTD dibentuk oleh interaksi kompleks antara faktor personal, persepsi terhadap efek samping, dukungan keluarga dan sekolah, serta kualitas informasi kesehatan yang diterima. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan edukasi yang lebih partisipatif, dukungan sosial yang berkelanjutan, serta peningkatan kualitas program suplementasi untuk memperkuat kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri.