ABSTRACT This study aims to evaluate the effectiveness of two training methods, namely shooting pass back pass and shooting after dribble, in improving the shooting accuracy of SSB Mars Praya U-15 players. The background of this research is based on the relatively low accuracy of shots on goal, which is associated with suboptimal ball contact technique. This study employed a quantitative approach using an experimental method with a one group pretest–posttest design. All 20 players were involved as research subjects, and shooting ability was measured using a relevant skill test instrument. The results of the analysis indicate that both training methods significantly improved shooting accuracy. The shooting pass back pass training contributed more prominently to the initial improvement, while the shooting after dribble training played a role in strengthening individual skill consistency. Statistical testing revealed a significant difference between pretest and posttest results with a significance level of < 0.05. Based on these findings, it can be concluded that the combination of team-based and individual-based training methods is an effective strategy for improving the shooting accuracy of young soccer players. This study implies that structured and contextual training variations should be implemented in coaching programs to optimize the development of players’ technical skills. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dua bentuk latihan, yaitu shooting pass back pass dan shooting after dribble, dalam meningkatkan ketepatan shooting pemain SSB Mars Praya U-15. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih rendahnya akurasi tendangan ke arah gawang yang berkaitan dengan kurang optimalnya teknik perkenaan bola. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain one group pretest–posttest. Seluruh pemain yang berjumlah 20 orang dilibatkan sebagai subjek penelitian, dengan pengukuran kemampuan shooting menggunakan instrumen tes keterampilan yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedua metode latihan memberikan peningkatan yang bermakna terhadap akurasi shooting. Latihan shooting pass back pass memberikan kontribusi peningkatan yang lebih menonjol pada tahap awal, sedangkan latihan shooting after dribble berperan dalam memperkuat konsistensi keterampilan individu. Pengujian statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil sebelum dan sesudah perlakuan dengan tingkat signifikansi < 0,05. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan kombinasi latihan berbasis kerja sama tim dan kemampuan individu merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan akurasi shooting pemain sepak bola usia muda. Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa variasi metode latihan yang terstruktur dan kontekstual perlu diterapkan dalam program pembinaan untuk mengoptimalkan pengembangan keterampilan teknik pemain.