Hermawan, Didiek
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TRANSFORMASI LIMBAH KAIN PERCA MENGGUNAKAN METODE WATER SOLUBLE EMBROIDERY MENJADI MATERIAL TEKSTIL INOVATIF Novianto, Wawan Dwi; Purwanningrum, Dinarisni; Pradifta, Reski Alya; Hermawan, Didiek; Aribowo, Irham; Kevasoka, Contardo Alfabian
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10720

Abstract

Fabric waste, a common by-product of textile manufacturing, has grown into a pressing environmental issue due to its sheer volume and limited ways of reuse. This study explores creative ways to transform fabric remnants from small and medium textile industries into value-added materials through a patchwork approach paired with a Water-Soluble Embroidery technique. Conducted in a laboratory using an exploratory-descriptive method, the study involved carefully sorting fabric scraps, measuring and arranging them on a Water-Soluble Stabilizer, stitching them together, and finally dissolving the stabilizer to create a continuous textile sheet. The new material was then evaluated for both its visual appeal and mechanical properties. The results suggests that the Water-Soluble Embroidery technique can effectively bring disparate fabric remnants together into a unified textile structure. While it is not yet ready to replace traditional fabrics, this method shows strong potential as a creative recycling solution that adds tangible value. Moreover, it opens up possibilities for further refinement to enhance material performance while promoting sustainable practices through the reuse of textile waste. ABSTRAK Limbah kain, produk sampingan umum dari manufaktur tekstil, telah berkembang menjadi masalah lingkungan yang mendesak karena volumenya yang sangat besar dan terbatasnya cara penggunaan kembali. Studi ini mengeksplorasi cara-cara kreatif untuk mengubah sisa kain dari industri tekstil kecil dan menengah menjadi material bernilai tambah melalui pendekatan tambal sulam yang dipadukan dengan teknik Bordir Larut Air. Dilakukan di laboratorium menggunakan metode eksploratif-deskriptif, studi ini melibatkan penyortiran potongan kain secara hati-hati, mengukur dan menyusunnya pada Stabilizer Larut Air, menjahitnya bersama-sama, dan akhirnya melarutkan stabilizer untuk menciptakan lembaran tekstil kontinu. Material baru tersebut kemudian dievaluasi baik dari segi daya tarik visual maupun sifat mekaniknya. Hasilnya menunjukkan bahwa teknik Bordir Larut Air dapat secara efektif menyatukan sisa-sisa kain yang berbeda menjadi struktur tekstil yang terpadu. Meskipun belum siap untuk menggantikan kain tradisional, metode ini menunjukkan potensi yang kuat sebagai solusi daur ulang kreatif yang menambah nilai nyata. Selain itu, hal ini membuka kemungkinan untuk penyempurnaan lebih lanjut guna meningkatkan kinerja material sekaligus mempromosikan praktik berkelanjutan melalui penggunaan kembali limbah tekstil.