Jati, Muhammad Yuskandi Satrio
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR PENYEBAB TINGGINYA ANGKA PERNIKAHAN DINI PADA CIRCLE PEMUDA DI BEKASI Jati, Muhammad Yuskandi Satrio; Husaini, Akhmad
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10723

Abstract

The phenomenon of early marriage among young people in Bekasi City is driven by complex social dynamics and financial pressures. This study aims to analyze various factors driving the high rate of early marriage in the region through a qualitative approach using semi-structured interviews. The results identified that social variables such as promiscuous social interactions, low levels of education, limited knowledge, the influence of lifestyles in the mass media, and pressure from parental parenting styles are the main triggers. Furthermore, premarital pregnancy and coercion from partners contribute to this trend. From an economic perspective, family financial constraints and parental debt often position marriage as a quick solution to alleviate financial burdens or repay material obligations. Field findings indicate that most informants aged 19 to 20 decided to marry due to this combination of pressures, despite less than optimal physical and mental preparation. The main conclusion of the study confirms that the high rate of early marriage is the result of the interaction between economic vulnerability and a lack of understanding of socio-reproductive issues. Therefore, preventive measures are needed through family economic empowerment and extensive strengthening of sexual and reproductive education for adolescents to reduce the rate of underage marriage and ensure the quality of life for future generations. ABSTRAK Fenomena pernikahan dini pada kalangan pemuda di Kota Bekasi dilatarbelakangi oleh dinamika sosial dan tekanan finansial yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor pendorong tingginya angka pernikahan usia muda di wilayah tersebut melalui pendekatan kualitatif dengan metode wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa variabel sosial seperti pergaulan lingkungan yang bebas, rendahnya tingkat pendidikan, keterbatasan pengetahuan, pengaruh gaya hidup di media massa, serta tekanan pola asuh orang tua menjadi pemicu utama. Selain itu, faktor kehamilan di luar nikah dan paksaan pasangan turut memperkuat tren ini. Dari aspek ekonomi, keterbatasan finansial keluarga dan jeratan hutang orang tua sering kali memosisikan pernikahan sebagai solusi instan untuk meringankan beban ekonomi atau melunasi kewajiban materiel. Temuan lapangan menunjukkan bahwa mayoritas informan berusia 19 hingga 20 tahun memutuskan menikah akibat kombinasi tekanan tersebut, meski persiapan fisik dan mental belum optimal. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa tingginya angka pernikahan dini merupakan hasil interaksi antara kerentanan ekonomi dan minimnya pemahaman sosial-reproduksi. Oleh karena itu, diperlukan langkah preventif melalui pemberdayaan ekonomi keluarga serta penguatan edukasi seksual dan reproduksi yang masif bagi remaja guna menekan angka pernikahan di bawah umur demi menjamin kualitas hidup generasi masa depan.