Desain materi ajar bahasa Arab dengan fokus pembelajaran unsur bahasa yang melibatkan bentuk, makna, dan fungsi menjadi tuntutan regulasi KMA 183 tahun 2019 dan kurikulum merdeka 2022, namun keberadaannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan rekonstruksi itu dengan menggunakan Systemic Functional Theory, Genre based Approach, dan Text-driven Approach. Penelitian ini masuk jenis penelitian pengembangan dengan mengikuti Prosedur rekonstruksi bahan ajar Wala dan Tomlinson. Hasil rekonstruksi diterapkan dalam pembelajaran bahasa Arab di Madrasah, sehingga sumber data utamanya adalah KMA 183 tahun 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tampilan utuh bahan ajar menurut systemic functional theory yang menjadikan bahan ajar sebagai simbol sistem yang mengantarkan pembelajar bahasa sampai pada tujuannya harus ada konten dan ekspresi. Sehingga dalam bahan ajar harus ada title, introduction, learning task, dan closing. Empat hal inilah yang ditetapkan sebagai prosedur pengembangan sekaligus. Bahan ajar bukan hanya materi tapi juga aktivitas pembelajaran. Text-driven approach yang menawarkan urutan Readiness activity, Experiential activities, intake response activities, development activities (1), input response activities, dan development activities (2) yang mengisi aktivitas tersebut.. Dua aktivitas pertama masuk di introduction, dan aktivitas yang lainnya masuk di learning task. Kemudian enam aktivitas ini dimasukkan dalam empat siklus pendekatan berbasis teks. Pada siklus membangun konteks ada Readiness activity dan Experiential activities. Pada siklus kedua pemodelan ada aktivitas intake dan input response activities. Sedangkan pada siklus ketiga dan keempat yaitu mengkonstruk teks terbimbing dan mandiri ada development task.. Tawaran ini diharapkan bisa mengantar para pebelajar bahasa Arab di Madrasah menguasai unsur bahasa baik dari bentuk, makna, dan fungsi sekaligus mengantar pada penguasaan keterampilan berbahasa dan menggunakannya sesuai dengan fungsi komunikasinya serta memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi.