Nurkholifah Kholifatul , Yogi Febriana
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Kota Gede Sebagai Ruang Edukasi Budaya Bagi Masyarakat Septina, Pradita Wahyu; Maulana, Usup; Naja , Ubayyinun; Mahmudah , Widya Nur; Masruroh, Siti Badriatul; Nurkholifah Kholifatul , Yogi Febriana; Saputro, Deny Joko; Mufidah, Nastiti
NUR EL-ISLAM : Jurnal Pendidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 13 No. 1 (2026): (April 2026)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/nuris.v13i1.1428

Abstract

Abstract This study aims to analyze the role of the Kotagede area as a cultural education space for the community and identify the educational values ​​​​in it. The background of this study is based on how important cultural preservation is in the current era that has the potential to shift local identity, as well as the less than optimal use of cultural areas as a learning tool. Kotagede as the former capital of the Islamic Mataram Sultanate has various cultural assets such as the Mataram Grand Mosque, the royal tomb complex, and traditional houses that are closely related to the lives of the community, so it has the potential to become a learning space based on direct experience. The results of the study show that Kotagede is not only used as a tourist spot, but also as a dynamic cultural education space. The learning process is carried out through direct experience, both through interaction with tour guides of Kotagede's historical sites, observation activities of cultural activities such as silver craftsmen, as well as involvement and life of the local communityThis ensures the continued transmission of cultural values ​​in everyday life. Furthermore, the educational value of the Kotagede area encompasses historical, social, economic, and local religious aspects, contributing to the formation of cultural identity and community character. The activities not only provide knowledge but also instill values ​​such as cooperation, tolerance, and appreciation for cultural heritage. However, the utilization of Kotagede as a cultural education space is still optimal, some visitors tend to view this area only as a tourist attraction without looking for the educational meaning that exists. This could potentially reduce the educational function of the area if no balanced management efforts are made. Therefore, strategic steps need to be taken by increasing public awareness, knowledge of the role of local communities, and the development of cultural-based educational programs so that the learning function can run optimally and maximally. Through various activities such as educational tours, craft workshops, and local historical experiences, people can more easily understand and absorb these cultural values. The role of the younger generation is also very important in this regard, because they are the successors who will preserve culture in the future. With the active involvement of various parties, the educational function of the Kotagede area is not only maintained but can also develop according to the needs of the times. Thus, Kotagede not only functions as a cultural heritage preservation area, but also as a real social learning space. The existence of Kotagede is able to connect past values ​​with the lives of today's society, so that it can strengthen cultural identity in the midst of the era of globalization that continues to develop. Therefore, directed and collaborative management is needed so that the benefits of the Kotagede area can be felt by both local people and visitors. Keywords: Cultural heritage, cultural education, Kotagede, cultural identity, society Abstrak Penelitian Ini bertujuan untuk menganalisis peran kawasan Kotagede sebagai ruang edukasi budaya bagi masyarakat.dan mengidentifikasi nilai nilai edukatif yang ada di dalamnya.Latar belakang penelitian ini berdasarkan pada seberapa penting pelestarian budaya di era sekarang yang berpotensi bisa menggeser identitas lokal,serta kurang optimalnya pemanfaatan kawasan budaya sebagai sarana pembelajaran.Kotagede sebagai bekas ibu kota ksultanan Mataram Islam memiliki berbagai aset budaya seperti Masjid Gede Mataram,Komplek makam raja,dan rumah tradisional yang berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat,sehingga berpotensi menjadi ruang belajar yang berbasis pengalaman langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahawa Kotagede tidak hanya dijadikan sebagai tempat wisata,tetapi juga sebagai ruang edukasi budaya yang dinamis.Proses pembelajaran dilakukan melalui pengalaman langsung,baik melalui interaksi dengan tour guide situs bersejarah Kotagede,aktivitas pengamatan aktivitas Budaya seperti pengrajin perak,maupun keterlibatan dan kehidupan masyarakat setempat.Hal ini menjadikan pewarisan nilai nilai budaya dapat berkelanjutan dalan kehidupan sehari hari. Selanjutnya nilai edukatif yang ada di kawasan Kotagede mencakup aspek histori,sosial,ekonomi dan keafiran lokal yang turut berkontribusi dalam pembentukan identias budaya dan karakter masyarakat.Aktivitas yang berlangsung tidak hanya memberikan pengetahuan ,tetapi juga menanamkan nilai nilai seperti kerja sama, toleransi dan pemghargaaan teehadap warisan budaya. Tetapi,pemanfaatn Kotagede sebagai ruang edukasi budaya masih optimal sebagian pengunjung cenderung memamndang kawasan ini hanya sebagai objek wisata tanpa mencari makna edukatif yang ada.hal ini bisa berpotensi menngurangi fungsi edukasi kawasan apabila tidak dilakukan upaya pengelolaan yang seimbang.oleh karea itu langkah strategis perlu dilakukan dengan cara penginkatan kesadaran masyarakat,pengetahuan peran komunitas lokal,dan pembangunan program edukasi yang berbasis budaya agar fungsi pembelajaran dapat berjalan secara optimal dan maksimal.Melalui berbagai kegiatan seperti wisata edukasi,patihan kerajinan,dan pengalaman sejarah lokal masyarakat bisa lebih mudah memahami dan menyerap nilai nilai budaya tersebut.peran generasj muda juga sangat penting dalam hal ini,karena mereka merupakan penerus yang akan melestarikan budaya di masa mendatang.Dengan adanya keterlibatan aktif dari berbagai pihak ,fungsi edukatif kawasan Kotagede tidak hanya sekedar tetap terjaga tetapi juga dapat berkembang sesuai dengan kebutuhan zaman.Dengan demikian Kotagede tidak hanya berfungsi sebagai kawasan pelestarian warisan budaya,tetapi juga sebagai ruang pembelajaran sosial yang nyata. keberadaan Kotagede mampu menghubungkan nilai nilai masa lampau dengan kehidupan masyarakat masa kini,sehingga dapat memperkuat identitas budaya di tengah era globalisasi yang twrus berkembang.Oleh karena itu pengelolaan yang terarah dan kolaboratif diperlukan agar manfaat dari kawasan Kotagede dapat dirasakan secara masyakarat setempat maupun pengunjung . Kata Kunci: Cagar budaya,Edukasi budaya,Kotagede,Identitas budaya,Masyarakat