Latar Belakang: Banjir merupakan kondisi kedaruratan yang dapat meningkatkan jumlah kunjungan pasien dan kebutuhan pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Pada masa tanggap darurat bencana banjir, petugas farmasi dituntut untuk bekerja cepat, tepat, dan teliti dalam memberikan pelayanan obat kepada pasien. Meningkatnya tuntutan tugas dan keterbatasan sumber daya manusia dapat berdampak terhadap kualitas pelayanan kefarmasian. Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan beban kerja petugas farmasi, yang meliputi tugas dan ketersediaan sumber daya manusia, terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di Rumah Sakit Tgk Abdullah Syafii Tahun 2026. Metode penelitian: jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petugas farmasi di instalasi farmasi Rumah Sakit Tgk Abdullah Syafii sebanyak 30 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian: menunjukkan bahwa kualitas pelayanan kefarmasian sebagian besar berada pada kategori baik sebanyak 20 responden (66,7%). Tuntutan tugas terbanyak berada pada kategori sedang sebanyak 14 responden (46,6%), sedangkan ketersediaan sumber daya manusia sebagian besar dinilai cukup sebanyak 21 responden (70%). Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kebutuhan tugas dengan kualitas pelayanan kefarmasian dengan nilai p-value 0,000, serta terdapat hubungan signifikan antara ketersediaan sumber daya manusia dengan kualitas pelayanan kefarmasian dengan nilai p-value 0,000. Kesimpulan: adalah beban kerja dan ketersediaan sumber daya manusia yang berhubungan dengan kualitas pelayanan kefarmasian. Disarankan rumah sakit melakukan evaluasi beban kerja dan menambah kesiapan sumber daya kefarmasian saat bencana