Claim Missing Document
Check
Articles

Formulasi Dan Uji Sediaan Lotion Pelembab Berbasis Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga Super Merah (Hylocereus Costaricensis) (F.A.C. Weber) Britton & Rose Dasawanti, Yoan; Samaniyah, Siti
JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES) Vol 4, No 1 (2024): J-BIKES JULI
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-bikes.v4i1.82

Abstract

Kulit buah naga super merah (Hylocereus costaricensis (F.A.C. Weber) Britton Rose) mengandung alkaloid, flavonoid, fenolik, karoten, dan fitoalbumin, yang memiliki kapasitas antioksidan tinggi serta efek antiproliferatif. Penelitian ini bertujuan memformulasikan sedian lotion pelembab berbasis ekstrak kulit buah naga super merah. Sampel diambil secara purposive dan diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70% kemudian dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Konsentrasi ekstrak buah naga super merah yang digunakan yaitu 3%, 5%, dan 7%. Stabilitas sediaan lotion dilakukan selama enam siklus (cycling test). Evaluasi sediaan lotion meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji iritasi kulit, dan uji kelembaban kulit. Hasil menunjukkan bahwa sediaan lotion stabil selama penyimpanan, dengan konsistensi sediaan  lotion berbentuk semi-padat, homogen, pH sediaan lotion 6,03-6,69, viskositas sediaan lotion 900-3459 cP, dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Berdasarkan uji keseluruhan, ekstrak kulit buah naga super merah dapat diformulasikan menjadi sediaan lotion pelembab yang efektif dan aman digunakan.
STRATEGI EFEKTIF PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DALAM MEMBANGUN KESADARAN HUKUM PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS UBUDIYAH INDONESIA Fitriliana, Fitriliana; Suri, Murnia; Lisnawati, Lisnawati; Asyura, Finaul; Susanna, Eva; Samaniyah, Siti; Sandea, Sandea
JOURNAL OF LAW AND GOVERNMENT SCIENCE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan anti korupsi di Universitas Ubudiyah Indonesia merupakan langkah penting dalam membentuk karakter mahasiswa dan menciptakan lingkungan akademis yang bersih. Penelitian ini mengidentifikasi strategi efektif untuk menerapkan pendidikan anti korupsi yang meliputi integrasi peningkatan kesadaran Hukum mengenai isu korupsi. Pendidikan ini membantu mereka memahami dampak korupsi dan pentingnya integritas di berbagai aspek kehidupan, termasuk di dunia kerja ataupun Mahasiswa mulai memahami dampak korupsi tidak hanya pada masyarakat, tetapi juga pada perkembangan diri mereka dan lingkungan sekitar. Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pendidikan anti korupsi yang diterapkan di kampus dan untuk mengetahui Strategi apa yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kesadaran Hukum dalam efektivitas pendidikan anti korupsi di perguruan tinggi.Dalam penelitian ini, Penelitian lapangan (Field Research), yaitu objek penelitian langsung pada Mahasiswa Universitas Ubudiyah Indonesia dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian kualitatif merupakan salah satu prosedur penelitian yang mengasilkan data deskriptif berupa ucapan dari orang-orang yang diamati. Dari hasil penelitian  diketahui bahwa partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan pendidikan anti korupsi dapat meningkatkan kesadaran hukum mereka terhadap bahaya korupsi dan pentingnya integritas. penguatan program pendidikan anti korupsi di universitas sebagai upaya untuk menciptakan generasi yang sadar hukum dan berkomitmen terhadap nilai-nilai anti korupsi.Kata Kunci: Strategi, Pendidikan Anti Korupsi, Kesadaran HukumAnti-corruption education at Ubudiyah University Indonesia is an important step in shaping student character and creating a clean academic environment. This research identifies effective strategies for implementing anti-corruption education which includes the integration of increasing legal awareness regarding corruption issues. This education helps them understand the impact of corruption and the importance of integrity in various aspects of life, including in the world of work. Students begin to understand the impact of corruption not only on society, but also on their personal development and the environment around them. The aim of the research is to determine students' perceptions of anti-corruption education implemented on campus and to find out what strategies can be implemented to increase legal awareness in the effectiveness of anti-corruption education in tertiary institutions. In this research, field research (Field Research), namely the direct research object among students at Ubudiyah University, Indonesia using a qualitative approach, qualitative research is a research procedure that produces descriptive data in the form of statements from people who are observed. From the research results, it is known that students' active participation in anti-corruption educational activities can increase their legal awareness of the dangers of corruption and the importance of integrity. strengthening anti-corruption education programs at universities as an effort to create a generation that is aware of the law and committed to anti-corruption values.Keywords: Strategy, Anti-Corruption Education, Legal Awareness
Formulasi dan Aktivitas Antibakteri Sabun Mandi Cair Ekstrak Daun Senggani Melastoma malabathricum L. Samaniyah, Siti; Meilina, Rulia; Mutiawati, Mutiawati; Fitri, Ewisna Syah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4359

Abstract

Sabun mandi cair merupakan senyawa kalium dengan asam lemak dari minyak nabati atau lemak hewani berbentuk cairan kental berbusa, digunakan sebagai pembersih kulit dengan menambahkan pewangi dan bahan lain yang tidak membahayakan kesehatan kulit. Tumbuhan senggani  telah digunakan sebagai obat tradisional yang terkenal sebagai anti inflamasi, antioksidan, antibakteri, penyembuhan luka, diare, disentri, radang sendi dan lain-lain. Melastoma malabatricum L. termasuk suku Melastomataceae mengandung golongan senyawa kimia seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, steroida/triterpenoida, dan glikosida. Senyawa flavonoid, saponin dan tanin merupakan senyawa kimia yang memiliki potensi sebagai antibakteri . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui skrining fitokimia, uji aktivitas antibakteri dari sabun mandi cair ekstrak etanol daun senggani (Melastoma malabatricum L.). Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol. Skrining fitokimia dilakukan terhadap serbuk simplisia daun senggani (Melastoma malabatricum L), uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar dengan mengamati zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil uji skrining fitokimia ekstrak etanol terdapat golongan alkaloid, flavonoid, glikosida, saponin, tanin, steroid/triterpenoid. Aktivitas antibakteri sabun mandi cair ekstrak daun senggani pada konsentrasi 1,8%, diikuti 1,4%, dan 1% dengan diameter hambat berturut-turut 10.4 mm, 9.84 mm, 8.64 mm.Kata Kunci: Antibakteri, Daun senggani, sabun mandi cair, Staphylococcus aureus Liquid shower soapispotassium compounds with fatty acids from vegetable oils or animal fats in the form of a thick, foamy liquid, used as a skin cleanser by adding fragrance and other ingredients that do not harm skin health. The senggani plant has been used as a traditional medicine which is known as anti-inflammatory, antioxidant, antibacterial, healing wounds, diarrhea, dysentery, arthritis and others. Melastoma malabaticum L. belongs to the tribe Melastomataceae contains chemical compounds such as alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, steroids/triterpenoids, and glycosides. Flavonoids, saponins and tannins are chemical compounds that have antibacterial potential. This study aims to determine phytochemical screening, antibacterial activity test ofliquid shower soapethanol extractsenggani leaves (Melastoma malabaticum L.). Extraction is carried out by maceration using ethanol solvent. Screening Phytochemistry was carried out on simplicia powder senggani leaves (Melastoma malabaticum L.), antibacterial activity test using the diffusion methodso that by observing the zone of inhibition against Staphylococcus aureus bacteria.The results of the phytochemical screening test for ethanol extract contained alkaloids, flavonoids, glycosides, saponins, tannins, steroids/triterpenoids. Aantibacterial activity senggani leaf extract liquid bath soapon concentration 1.8%, followed by 1.4%, and 1%with resistance diameter respectively 10.4mm, 9.84mm, 8.64mm.Keywords: Antibacterial, senggani leaves, liquid bath soap, Staphylococcus aureus
UJI SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L. ) Astryna, Syarifah Yanti; Samaniyah, Siti; Nurhayati, Nurhayati; Asyura, Syarifah; Maghfirah, Ruhul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4718

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tanaman yang dikenal memiliki berbagai manfaat dalam pengobatan tradisional. Tanaman ini mengandung berbagai senyawa fitokimia yang diduga memiliki aktivitas farmakologis yang bermanfaat untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa fitokimia pada ekstrak etanol bunga telang melalui uji skrining fitokimia. Ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut etanol 70%, dan hasil ekstrak diuji terhadap senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid menggunakan metode reaksi kimia spesifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol bunga telang mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan terpenoid, yang memiliki potensi sebagai bahan baku obat alami. Namun, alkaloid dan tanin tidak terdeteksi dalam ekstrak. Temuan ini menunjukkan pentingnya bunga telang sebagai sumber fitokimia dengan potensi terapeutik. 
FORMULASI EKSTRAK DAUN BENALU KOPI (Loranthus ferrugineus Roxb) SEBAGAI DASAR PEMBUATAN KRIM ANTIINFLAMASI Nasria, Nasria; Ananda, Zulia; Kesumawati, Kesumawati; Rosdiana, Eva; Samaniyah, Siti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4723

Abstract

Inflamasi adalah reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera yang melibatkan mediator dan respons imun. Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan untuk mengobati inflamasi yaitu tumbuhan benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb). Sebagai upaya pemanfaatan benalu kopi yang lebih efektif, maka perlu dilakukan pengembangan menjadi suatu produk sediaan topikal, seperti krim antiinflamasi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui apakah ekstrak daun benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb) dapat dijadikan bahan dasar krim antiinflamasi. Metode Penelitian: True Experimental Laboratories dengan uji stabilitas sediaan krim meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, dan viskositas serta uji aktivitas antiinflamasi yang menggunakan mencit sebanyak 18 ekor yang dibagi ke dalam 6 kelompok perlakuan yang terdiri dari kontrol negatif, kontrol positif (krim hidrokortison), krim F1, krim F2, Krim F3 dan krim F4. Edema pada kulit punggung mencit di ukur pada interval jam ke-0 (setelah induksi karagenin 2%) dan jam ke-1 hingga ke-6 (setelah perlakuan). Data dianalisis menggunakan program SPSS dengan uji normalitas (Kolmogorov-Smirnov), uji homogenitas (Levene Test), dan uji statistik parametrik (One-Way ANOVA).  Hasil Penelitian: Krim ekstrak daun benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb) F1, F2, F3 dan F4 memiliki mutu fisik yang sesuai dengan spesifikasi selama uji stabilitas. Krim ekstrak daun benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb) dapat menurunkan edema pada kulit punggung mencit sebesar 12,5 % (F2), 14,3 % (F3) dan 25,0 % (F4). Data yang dihasilkan tidak terdistribusi normal dan tidak homogen (P<0,05) serta tidak terdapat perbedaan rata-rata edema kulit punggung mencit pada jam ke-0 hingga jam ke-6 setelah diberikan perlakuan (P<0,05). Kesimpulan: Ekstrak daun benalu kopi (Loranthus ferrugineus Roxb) dapat dijadikan sebagai dasar pembuatan krim antiinflamasi dan formulasi krim yang memiliki aktivitas antiinflamasi paling besar dibandingkan dengan formulasi yang lain adalah formulasi 4 (F4). 
UJI EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK ETANOL BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L. ) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA BAKAR PADA HEWAN UJI KELINCI (Oryctolagus cuniculus) Astryna, Syarifah Yanti; Samaniyah, Siti; Ridjna, Hilal Zulikram; Rosdiana, Eva; Maghfirah, Ruhul
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4765

Abstract

Luka bakar disebabkan oleh perpindahan energi dari sumber panas ke tubuh melalui konduksi atau radiasi elektromagnetik. Data dari Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan tahun 2019 menyatakan angka luka bakar di Indonesia menempati peringkat kedua pada golongan proporsi jenis cidera luka bakar dengan besar 1,3% setelah cedera lainnya dengan presentase sebesar 2,6%. Bunga telang merupakan salah satu tanaman yang memiliki senyawa antioksidan yang dapat memberikan perlindungan tubuh dari serangan radikal bebas yang dapat menyebabkan luka bakar. Senyawa pada bunga telang dapat berperan dalam penyembuhan luka bakar antara lain flavonoid dan saponin. Tujuan Penelitian untuk mengetahui ekstrak etanol bunga telang berpengaruh terhadap penyembuhan luka bakar pada kelinci dan untuk mengetahui tingkat konsentrasi paling efektif pada ekstrak etanol bunga telang yang terbaik memberikan efek penyembuhan luka bakar. Metode Penelitian berupa ekstrak yang diformulasikan menjadi sediaan gel dengan konsentrasi 5%, 10% dan 15%. Pengujian yang dilakukan meliputi standarisasi simplisia, skrinning fitokimia, evaluasi sediaan, uji efektivitas luka bakar pada kelinci dan uji statistik One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol bunga telang memiliki pengaruh terhadap penyembuhan luka bakar pada kelinci. 
FORMULASI SPRAY GEL BERBASIS MINYAK ATSIRI Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm. TERHADAP Aedes aegypti Samaniyah, Siti; Anwar, Chairanisa; Asyura, Finaul; Maulidar, Maulidar
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i2.4766

Abstract

Produk pengusir nyamuk di pasaran umumnya berupa aerosol, lotion, atau obat nyamuk bakar, dengan bahan aktif seperti DEET (diethyl- meta-toluamide). Namun, pada konsentrasi tinggi, DEET (diethyl- meta-toluamide) dapat menyebabkan efek samping seperti iritasi, hipersensitivitas, dan gatal-gatal. Oleh karena itu, untuk menghindari risiko ini, diperlukan pengembangan pestisida alami dari tumbuhan yang lebih aman, mengingat pestisida sintetik memiliki potensi bahaya bagi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui apakah minyak atsiri bunga Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm. dapat dibuat dalam formulasi sediaan spray gel dan efektif sebagai anti nyamuk. Metode penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratorium. Spray gel diformulasikan dengan F0 tidak ada penambahan zat aktif minyak atsiri, sedangkan pada F1 (4%), F2 (8%), F3 (16%) ada penambahan minyak atsiri bunga kecombrang, kemudian tahap evaluasi formulasi sediaan spray gel dan data uji efektivitas formulasi spray gel antinyamuk dianalisis menggunakan metode statistik berupa uji One Way Anova.Hasil penelitain hasil uji organoleptik, pH, daya sebar, viskositas, dapat digunakan sebagai formula repelan alami dan tidak terjadi iritasi. Formulasi sediaan spray gel dari minyak atsiri bunga kecombrang dengan konsentrasi 4%, 8%, dan 16% menghasilkan masing-masing daya tolak 48,45%, 54,63%, dan 79,12%.
FORMULASI SEDIAAN SHAMPOO CAIR EKSTRAK ETANOL DAUN KAYU PUTIH (MALALEUCA LEUCADENDRON L.) DENGAN CARBOPOL 940SEBAGAI PENGENTAL Samaniyah, Siti; Safitri, Dhiah Dwi; Furqan, Muhammad
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4205

Abstract

Telah dilakukan penelitian formulasi sediaan shampoo cair ekstrak etanol daun kayu putih (Malaleuca Leucadendron Linn.) dengan carbopol 940 sebagai pengental. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi dan mengevaluasi sediaan shampoo apakah memenuhi persyaratan mutu sediaan shampoo yang baik. Penelitian ini menggunakan 4 formula shampoo, dengan variasi 0%, 10%, 15%, 20%. Evaluasi yang dilakukan meliputi uji organoleptis, pH, ketahanan busa, viskosits dan uji keamanan. Hasil dari evaluasi organoleptis didapatkan shampoo ekstrak etanol daun kayu putih pada basis berwarna transparan, beraroma khas, bentuk sediaan gel, dan tidak homogen, untuk hasil formula I berwarna hijau pekat bentuk sediaan cair, beraroma khas dan tidak homogen sedangkan formula II dan III sama-sama berwarna hijau kecoklatan beraroma khas, bentuk sediaan kental dan homogen. Hasil pengukuran pH pada basis dibawah 4,2; pada formula I 4,2; formula II 4,8 dan formula III 5,8. Pada pengujian viskositas didapat hasil formula I 0,45; formula II 0,96 dan formula III 1,3. Pada pengukuran tinggi busa didapatkan hasil basis tinggi busanya 6,8 cm, formula I tinggi busanya 6,5 cm, formula II tinggi busanya 8 cm dan formula III tinggi busanya 7,3. Hasil uji keamanan menunjukkan tidak adanya reaksi kemerahan pada kulit punggung kelinci dan tidak menunjukkan iritasi pada konjungtiva mata.Kata kunci : Daun Kayu putih ( Malaleuca Leucadendron L.) , Sediaan Shampoo, Carbopol 940. A study about ethanol extract of kayu putih leaves (Malaleuca Leucadendron Linn.) liquid shampoo formulation with carbopol 940 as a thickener agent has been accomplised. This study was carried out to formulations and evaluate whether the shampoo preparations conform the quality requirements of good shampoo preparations. The results of the organoleptic evaluation obtained ethanol extract of eucalyptus leaves on a transparent colored base, typical scented, gel dosage form, and not homogeneous, for the results of formula I are dark green liquid form, typical and non-homogeneous, while formulas II and III are the same. the same is a typical scented brownish-green, thick and homogeneous dosage form. Results of pH measurements on a basis below 4.2; in formula I 4.2; formula II 4,8 and formula III 5,8. In the viscosity test the result of formula I is 0.45; formula II 0,96 and formula III 1,3. In the measurement of foam height, the result of foam height is 6.8 cm, formula I has foam height of 6.5 cm, formula II has foam height of 8 cm and formula III has foam height of 7.3. Safety test results showed no reddish reaction on the rabbit's back skin and showed no irritation to the conjunctiva of the eye.Keywords: Eucalyptus Leaves (Malaleuca Leucadendron L.), Shampoo preparations, Carbopol 940.
Formulasi dan Evaluasi Lip Balm Ekstrak Etanol Daun Sirih (Piper betle L.) Husna, Zainatul; Samaniyah, Siti; Kulla, Periskila Dina Kali; Meilina, Rulia
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 10, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v10i1.4100

Abstract

Lip balm sediaan yang digunakan pada bibir yang berguna sebagai pelembab untuk mencegah bibir dari kekeringan, melindungi bibir dari pengaruh lingkungan yang buruk. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai pelembab yaitu daun sirih. Daun sirih (Piper betle L.) memiliki kandungan tanin, alkaloid, flavonoid, yang berguna sebagai antioksidan.Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui ekstrak etanol daun sirih hijau (Piper betle L.) dapat diformulasikan dalam sediaan lip balm, untuk mengetahui konsentrasi ekstrak etanol daun sirih hijau (Piper betle L.) yang membentuk sediaan lip balm dengan karakterisktik yang baik.Metode Penelitian: Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratorium, pembuatan formulasi sediaan lip balm dengan F0 tanpa ekstrak konsentrasi 0%, FI dengan kandungan ekstrak daun sirih 0,5%, F2 dengan kandungan ekstrak daun sirih 1,5%, F3 dengan kandungan ekstrak daun sirih 2,5%. Kemudian tahap evaluasi sediaan lip balm, dan data uji efektifitas kelembaban dianalisis dengan metode statistik uji one way anova. Hasil Penelitian: Hasil uji pH 6,9-5,8 tidak menimbulkan iritasi pada kulit, dan hasil uji efektifitas kelembaban sediaan lip balm ekstrak daun sirih dengan konsentrasi 2,5% dapat memberikan efek melembabkan bibir paling tinggi. Kesimpulan : Ekstrak etanol daun sirih (Piper betle L.) dapat diformulasikan menjadi sediaan lip balm, formulasi sediaan lip balm dari ekstrak etanol daun memiliki efektivitas kelembaban terhadap bibir kering dan pecah pecah yang ditandai dengan adanya peningkatan kelembaban dari dehidrasi menjadi normal dan diperoleh hasil bahwa konsentrasi formula III sediaan lip balm yang baik dengan konsentrasi 2,5% yang memberikan efek melembabkan bibir paling tinggi. Saran: Diharapkan dapat menjadi suatu bahan kajian untuk masyarakat mengetahui tentang ekstrak etanol daun sirih sebagai sediaan lip balm. Diharapkan pada peneliti selanjutnya untuk mengurangi bahan cera alba dikarenakan baunya yang sangat menyengat karena dapat mempengaruhi dari sediaan lip balm.Kata Kunci : Ekstrak, Daun Sirih, Lip balmLip balm is a preparation used on the lips which is useful as a moisturizer to prevent the lips from drying out, protecting the lips from bad environmental influences. One of the plants used as a moisturizer is betel leaves. Betel leaves (Piper betle L.) contain tannins, alkaloids,flavonoids, which are useful as antioxidants. Research Objectives: To determine whether the ethanol extract of green betel leaves (Piper betle L.) can be formulated into lip balm preparations, to determine the concentration of ethanol extract of green betel leaves (Piper betle L.) which forms lip balm preparations with good characteristics.Research Method: The research method used is laboratory experimental research, making lip balm formulations with F0 without extracts of 0% concentration, FI with 0.5% betel leaf extract content, F2 with 1.5% betel leaf extract content, F3 with 0.5% betel leaf extract content. betel leaf extract 2.5%. Then the lip balm preparation evaluation stage, and the moisture effectiveness test data were analyzed using the oneway anova test statistical method. Research Results: The results of the pH test of 6.9-5.8, and the results of the moisture effectiveness test of the betel leaf extract lip balm preparation with a concentration of 2.5% could provide the most moisturizing effect on the lips. tall. Conclusion: The ethanol extract of betel leaves (Piper betle L.) can be formulated into lip balm preparations, the formulation of lip balm preparations from the ethanol extract of the leaves has moisture effectiveness against dry and chapped lips which is characterized by an increase in moisture from dehydration to normal and the results obtained are that Formula III concentration is a good lip balm preparation with a concentration of 2.5% which provides the highest moisturizing effect on the lips.Suggestion: It is hoped that this can become a study material for the public to know about ethanol extract of betel leaves as a lip balm preparation. It is hoped that future researchers will reduce the cera alba ingredient because its smell is very strong because it can affect the preparation of lip balm.Keywords: Betel leaf extract lip balm
FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL DARI PATI JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata) Apriani, Aida; Nurfadhilah, Ika; Sirait, Tri Susanti; Azhari, Saiful; Samaniyah, Siti
Lantanida Journal Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : UIN AR-RANIRY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/lj.v12i2.28462

Abstract

Corn is a popular ingredient in facial skin care products. Corn contains thiamine, which can dry wounds and eliminate acne scars that appear as holes on the face or black spots. Corn starch is made into a gel mask with the gelling ingredient hidroxy prophyl methyl cellulose (HPMC). This research intends to establish if a gel mask manufactured from sweet corn starch (Zea mays saccharata) can meet the requirements of the physical quality test assessment results, as well as the stability requirements. The research approach is experimental, employing a sample gathering methodology known as purposive sampling. The evaluation of gel mask preparations includes evaluating the physical quality of the preparations, irritant testing on 10 participants, and drying time tests on the preparations. The evaluation of the preparations revealed that all gel mask formulations were semi-solid gels with a yellowish white color and a distinct corny smell. The results were homogeneous, with an average pH of 7.5–7.7, spreadability of 5–7 cm, and viscosity of 22133-67566. The preparation also exhibited stable stability at room temperature and did not irritate volunteers' skin. Therefore, both the stability requirements and the physical quality test assessment results are satisfied by the preparation.
Co-Authors Aida Apriani Ainun Mardiah Ananda, Zulia Andika, Fauziah Anwar, Chairanisa Anwar, Chairanisa Asyura, Finaul Ayyu Wahifa Safira Azhari, Saiful Chairanisa Anwar Cut Ratna Keumala Dasawanti, Yoan Dhirah, Ulfa Husna Dini Rahmawati Ecie Kesumawati Ella Frisella Eva Rosdiana Eva Rosdiana Eva Susanna Eva Susanna, Eva Ewisna Syah Fitri Fania Ayunda Putri Faradila Safitri Faradilla Safitri, Faradilla Finaul Asyura Finaul Asyura Fitra Alvionida Fitri, Ewisna Syah Fitria Fitria Fitria Fitriliana Fitriliana Fitriliana Fitriliana Fitriliana Fitriliana Henny febriani Henny Febriani Herawati Herawati Husna, Zainatul Ibrahim Ibrahim Ida Mukhlisa Indah Amelia Putri Intan Azura Intan Saumi Irza Mazinatul Ula Ismiati Ismiati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati Kesumawati, Kesumawati Kurnia Rahmayanti L. Lisnawati M. Deddy Harfiansyah M. Rizal K Maghfirah, Ruhul Mahya Saputri Masfria Maulidar Maulidar, Maulidar Maulidella Maulidella Meilina, Rulia Melda Sofia Monica Suryani Muhammad Furqan, Muhammad Muhammad Naufal Murnia Suri Mutiawati Mutiawati Mutiawati Mutiawati Nanda Fitriana Nasria Nasria Nasria, Nasria Nilawati Nilawati Nur Aida Nurdin Nurdin Nurdin NurdinNurdin Nurfadhilah, Ika Nurfatin Nisa Nasri Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nuzulul Rahmi, Nuzulul Pardi Pardi Periskila Dina Kali Kulla Putri Serianti Rahmat Akbar Rahmat Akbar Ratna Wilis Ratna Wilis Ratna Wilis Ridjna, Hilal Zulikram Rina Kurniaty Rizka Maulina Rosdiana, Eva Rossi Aulia Pratiwi Rouzatun Nisa Rouzatun Nisa Rouzatun Nisa Ruhul Maghfirah Safitri, Dhiah Dwi Sahbainur Rezeki Sandea, Sandea Silmi Kaffah Silmi Kaffah Sitorus, Panal Sulasmi Sulasmi Suri, Murnia Syarifah Asyura Syarifah Asyura Syarifah Rahmatika Syarifah Yanti Astrina Syarifah Yanti Astryna Syarifah Yanti Astryna Thursina Andayani Tri Susanti Sirait Wirza Wirza ZR, Stevi Yang Kana Zulia Ananda Zulia Ananda Zulia Ananda Zulwanis, Zulwanis