Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA ONIKOMIKOSIS PADA PETANI DI WILAYAH MUGARSARI, KOTA TASIKMALAYA Thalia Olivera Hermansyah; Gina Sri Lestari; Muhamad Ilham Daelami; Hannanda Binar; Muhammad Vadhiel Faiz Hawari
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7434

Abstract

Onikomikosis adalah infeksi jamur pada kuku yang menyerang kuku jari kaki maupun tangan, dengan prevalensi lebih tinggi pada populasi yang terpapar lingkungan lembap seperti petani. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan gejala onikomikosis pada petani di Wilayah Mugarsari, Kota Tasikmalaya. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan perbandingan kasus dan kontrol 1:1 (n = 36). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara kuesioner terstruktur dan pemeriksaan fisik kuku. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square dan Fisher's Exact Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin perempuan (OR = 4,375; p = 0,048), durasi paparan lumpur (χ² = 14,285; p = 0,003), kondisi alas kaki yang lembap (χ² = 8,640; p = 0,013), kebiasaan mencuci kaki (χ² = 7,388; p = 0,025), frekuensi memotong kuku (χ² = 9,106; p = 0,011), dan kebiasaan berbagi alas kaki (OR = 4,333; p = 0,038) secara signifikan berhubungan dengan gejala onikomikosis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor higiene kaki dan perilaku perlindungan diri merupakan determinan utama kejadian onikomikosis pada petani.
GAMBARAN EPIDEMIOLOGI DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIPEDES KOTA TASIKMALAYA 2026 Najma Shafa Dhafina; Thalia Olivera Hermansyah; Kyra Rayna Adelia; Safira Adita Ramadanti; Wulan Tri Yutanti; Ruswandi
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7568

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemis dengan beban kesehatan masyarakat yang signifikan di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis gambaran epidemiologi DBD berdasarkan variabel orang, tempat, dan waktu, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan sistem surveilans di wilayah kerja Puskesmas Cipedes periode Januari–Maret 2026. Penelitian menggunakan desain mixed method yang memadukan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan kualitatif fenomenologi. Data kuantitatif diperoleh melalui total sampling seluruh kasus DBD tercatat, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan satu petugas surveilans menggunakan pedoman wawancara terstruktur. Hasil menunjukkan Puskesmas Cipedes mencatat enam kasus pada Januari 2026, menempati peringkat ketiga tertinggi di kota tersebut, dengan distribusi terkonsentrasi di RT 05 Kelurahan Cipedes pada puncak musim hujan, konsisten dengan pola musiman DBD. Sistem pelaporan berjalan melalui SKDR mingguan dan laporan bulanan ke Dinas Kesehatan, disertai penyelidikan epidemiologi terhadap 20 rumah per kasus. Ditemukan dua hambatan struktural utama: beban kerja satu petugas surveilans yang merangkap tujuh program penyakit menular, serta penolakan sebagian warga terhadap kunjungan lapangan. Diperlukan penambahan tenaga surveilans khusus dan penguatan pendekatan berbasis komunitas melalui tokoh lokal guna meningkatkan efektivitas pengendalian DBD secara berkelanjutan.