Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN LAMA KERJA, LOKASI PENJUALAN, DAN PENGGUNAAN APD DENGAN KELUHAN KESEHATAN PERNAPASAN PADA PEDAGANG SATE DI KOTA TASIKMALAYA Safira Adita Ramadanti; Rania Febriyanti Hidayah; Afissani Candra Ningtias; Intan Nuraeni; Dewi Nur Aidah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 3 (2026): April
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i3.7543

Abstract

Paparan asap pembakaran bahan bakar padat menghasilkan karbon monoksida (CO) dan partikel halus yang dapat memicu gangguan pernapasan, terutama pada pekerja sektor informal yang tidak terlindungi secara memadai (WHO, 2025). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan lama kerja, lokasi penjualan, dan penggunaan APD dengan keluhan kesehatan pernapasan pada pedagang sate di Kota Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik cross-sectional yang dilaksanakan pada 5–12 April 2026. Sampel berjumlah 60 pedagang sate yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Variabel bebas meliputi lama kerja, lokasi penjualan, dan penggunaan APD; variabel terikat adalah keluhan kesehatan pernapasan yang diukur melalui kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact dengan tingkat kemaknaan (α=0,05). Hasil dari penelitian ini terdapat hubungan yang signifikan antara lokasi penjualan (p = 0,0001) dan penggunaan APD (p = 0,002) dengan keluhan kesehatan pernapasan. Sebaliknya, variabel lama kerja menunjukkan hubungan yang tidak signifikan dengan keluhan tersebut (p = 0,736). Hal ini mengindikasikan bahwa faktor lokasi penjualan dan penggunaan APD berkontribusi secara nyata terhadap risiko gangguan pernapasan pada pedagang sate dibandingkan dengan durasi masa kerja mereka.