Perencanaan pendidikan dasar pada umumnya masih bersifat administratif dan belum sepenuhnya mengakomodasi permasalahan lokal yang dihadapi peserta didik di lingkungan sekitarnya. Padahal, Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi satuan pendidikan untuk mengembangkan pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kondisi sosial, budaya, serta geografis daerah. SDN 009 Samarinda Seberang sebagai sekolah yang berada di kawasan urban-pesisir memiliki karakteristik masyarakat yang beragam sehingga membutuhkan model perencanaan pendidikan yang adaptif terhadap masalah lokal daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, serta lingkungan sekolah. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi perencanaan pendidikan berbasis masalah lokal dapat dilakukan melalui lima tahapan, yaitu analisis konteks lokal, penyusunan program berbasis kebutuhan daerah, pengembangan bahan ajar kontekstual, implementasi pembelajaran berdiferensiasi, serta evaluasi berkelanjutan. Pendekatan ini mampu meningkatkan relevansi pembelajaran, motivasi belajar siswa, kepedulian sosial, serta penguatan identitas budaya lokal di lingkungan SDN 009 Samarinda Seberang.