Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relasi Perkawinan Katolik dalam Perspektif “Aku-Engkau” Martin Buber Fransiskus Dose; Marselinus Langgor; Felix Riondi Sugar; Adelberto Wili Boko
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 5 No. 2 (2026): Agustus : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrafi.v5i2.8864

Abstract

This study aims to analyze Catholic marriage in the perspective of Martin Buber's dialogical philosophy, particularly the concept of “I-Thou,” as an integrative and applicable approach to building family life. Catholic marriage is understood as a sacrament that is monogamous and indissoluble, based on the Holy Scriptures, Church teachings, and the Code of Canon Law. However, various contemporary challenges such as communication crises, technological developments, and internal family conflicts demand a renewal of the way of understanding husband-wife relationships in a more dialogical and personal manner. This study uses a qualitative method with a literature approach, descriptive-analytical in nature, through content analysis and hermeneutics of relevant primary and secondary sources. The results of the study show that the integration of the “I-You” concept in Catholic marriage affirms the husband-wife relationship as an encounter between subjects who are equal, dialogical, and reciprocal. This model places marriage as a responsibility for unity, a practice of dialogue for the bonum coniugum, and a communion that reaches its peak in a relationship with God, so that sacramental teachings are concretely realized in the dynamics of family life.
Keterlemparan Dasein Martin Heidegger dalam Era Digital: Distorsi dan Pergeseran Menuju Digi-sein Fransiskus Dose; Silfanus Jemadin; Flavianus Dakosta Sangguk; Yohanes Babtista Angelino Galus
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.5776

Abstract

Artikel ini dilatarbelakangi oleh transformasi eksistensi manusia di era digital yang menimbulkan keterbelahan antara kehadiran nyata dan virtual, sehingga memunculkan distorsi terhadap makna keterlemparan (Geworfenheit) dalam pemikiran Martin Heidegger. Penelitian ini bertujuan untuk menyingkap bagaimana distorsi tersebut membentuk pergeseran eksistensi manusia menuju Digi-sein dalam dunia digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur filosofis dan sumber yang relevan secara kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterlemparan Dasein mengalami distorsi dalam dunia digital karena eksistensi manusia tidak lagi singular dan otentik, melainkan dapat direproduksi dan diviralkan; (2) kehadiran manusia terbelah antara ruang korporeal dan virtual melalui fenomena telepresence yang menciptakan ambiguitas eksistensi; (3) munculnya Digi-sein sebagai bentuk keberadaan baru menandai pergeseran dari In-der-Welt-sein (berada dalam dunia) menuju cara berada dalam dunia virtual. Kesimpulannya, eksistensi manusia dalam dunia digital tidak lagi sepenuhnya dapat dipahami dalam kerangka Dasein Heideggerian, melainkan menunjukkan bentuk keberadaan yang mengalami distorsi dan transformasi seiring perkembangan teknologi.