Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh reward, lingkungan kerja, motivasi, dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan di industri garmen, khususnya di PT Central Sandang Jayatama Cilacap. Kinerja karyawan merupakan faktor penting dalam keberhasilan perusahaan, namun berbagai masalah masih ada, seperti ketidakseimbangan dalam penghargaan, kondisi lingkungan kerja, motivasi, dan tingkat disiplin, yang berdampak pada produktivitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui kuesioner. Populasi penelitian adalah 400 karyawan, menggunakan rumus Slovin 10% sehingga menghasilkan 80 responden. Untuk meningkatkan validitas dan reliabilitas hasil penelitian, jumlah responden kemudian ditingkatkan menjadi 120 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 3 untuk menguji validitas, reliabilitas, dan hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reward, lingkungan kerja, dan motivasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Lingkungan kerja merupakan variabel yang paling dominan dalam meningkatkan kinerja. Sementara itu, disiplin kerja memiliki pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja karyawan. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan kinerja karyawan lebih efektif melalui pemberian penghargaan yang sesuai, menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, dan meningkatkan motivasi kerja. Disiplin kerja bukan lagi faktor utama dalam meningkatkan kinerja, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih relevan dengan kondisi kerja modern. Perusahaan disarankan untuk meningkatkan kualitas lingkungan kerja mereka dan menerapkan sistem penghargaan yang lebih proporsional, serta memperkuat motivasi karyawan melalui program pengembangan. Peneliti di masa mendatang didorong untuk menambahkan variabel lain, seperti komitmen organisasi, atau menggunakan variabel mediasi/moderasi, dan memperluas cakupan penelitian agar hasilnya lebih dapat digeneralisasikan.