Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif, khususnya pada sektor industri yang memiliki tingkat risiko kerja tinggi. Tingginya angka kecelakaan kerja menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap prosedur K3 masih menjadi tantangan dalam implementasi keselamatan kerja di berbagai organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai faktor yang mempengaruhi kepatuhan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui pendekatan tinjauan literatur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review terhadap 11 artikel ilmiah nasional dan internasional yang relevan dengan topik penelitian. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui proses identifikasi, pengelompokan, perbandingan, dan sintesis hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepatuhan K3 dipengaruhi oleh berbagai faktor organisasi dan perilaku kerja, seperti kepemimpinan transformasional, pengawasan, budaya keselamatan, pelatihan, lingkungan kerja, dan partisipasi pekerja. Kepemimpinan yang adaptif dan partisipatif terbukti mampu meningkatkan kesadaran dan komitmen pekerja terhadap keselamatan kerja, sementara pengawasan dan pelatihan berperan dalam memastikan implementasi prosedur keselamatan berjalan secara konsisten. Selain itu, budaya keselamatan yang kuat menjadi fondasi penting dalam membangun perilaku kerja aman dan meningkatkan efektivitas penerapan K3. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepatuhan K3 tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis keselamatan, tetapi juga oleh kualitas manajemen organisasi dan perilaku individu di lingkungan kerja. Oleh karena itu, organisasi perlu membangun sistem keselamatan kerja yang lebih komprehensif melalui penguatan budaya keselamatan, kepemimpinan, pengawasan, dan pelatihan berkelanjutan.