Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di MIN 1 Lampung Tengah serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan karakter dalam menghadapi berbagai permasalahan moral dan sosial peserta didik di era modern. Kurikulum Berbasis Cinta diterapkan sebagai pendekatan pendidikan yang menanamkan nilai kasih sayang, kepedulian, toleransi, dan hubungan harmonis antara guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala madrasah, guru, dan dokumen pendukung. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran penting sebagai pendidik, pembimbing, motivator, fasilitator, dan teladan dalam membentuk karakter peserta didik. Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dilakukan melalui pembiasaan budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, santun), kegiatan keagamaan, pendekatan humanis, dan komunikasi yang penuh kasih sayang. Faktor pendukung implementasi kurikulum meliputi dukungan kepala madrasah, kerja sama antar guru, kegiatan keagamaan, dan lingkungan sekolah yang kondusif. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan karakter peserta didik, pengaruh lingkungan luar sekolah, kurangnya perhatian sebagian orang tua, serta tuntutan administrasi dan target akademik guru. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat agar implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dapat berjalan secara optimal dalam membentuk peserta didik yang berkarakter dan berakhlak mulia.