Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk self-disclosure mahasiswa AKMRTV Jakarta dalam menggunakan ChatGPT, mengidentifikasi motivasi mahasiswa dalam melakukan self-disclosure melalui ChatGPT, serta memahami makna self-disclosure yang dirasakan dalam interaksi tersebut. Perkembangan kecerdasan buatan dan meningkatnya penggunaan chatbot AI di Indonesia menunjukkan adanya transformasi pola komunikasi interpersonal di ruang digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivis dan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, serta triangulasi dengan informan ahli di bidang Psikologi Komunikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk self-disclosure mahasiswa kepada ChatGPT terdiri atas self-disclosure deskriptif dan evaluatif yang mencakup pengungkapan kondisi faktual, pengalaman personal, serta perasaan dan penilaian subjektif. Motivasi self-disclosure dipengaruhi oleh kondisi emosional yang tidak stabil, kebutuhan akan ruang aman yang bebas dari penilaian sosial, keinginan memperoleh respons rasional dan cepat, serta harapan mendapatkan validasi dan ketenangan. Self-disclosure dimaknai sebagai sarana refleksi diri, pengelolaan emosi, latihan membuka diri, serta pendamping dalam proses pengambilan keputusan. Temuan ini memperkuat asumsi Computer-Mediated Communication bahwa komunikasi berbasis teks dengan karakteristik anonimitas dan kontrol pesan dapat memfasilitasi keterbukaan diri dalam interaksi manusia–AI.