Kuat lentur beton merupakan salah satu sifat mekanik yang perlu di periksa khususnya untuk beton yang difungsikan sebagai balok yang menerima beban lentur. Namun demikian, seringkali pemeriksaan kuat lentur beton hanya menggunakan pendekatan persamaan yang telah ditemukan oleh beberapa peneliti. Seiring perkembangannya, inovasi konstruksi beton terus dilakukan khususnya inovasi bahan penyusun yang lebih bervariasi. Sementara itu, persamaan-persamaan yang telah dihasilkan pada umumnya menggunakan beton konvensional tanpa bahan-bahan penyusun tambahan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pemeriksaan apakah persamaan tersebut dapat memprediksi kuat lentur dengan material penyusun yang lebih bervariasi. Penelitian ini dilakukan dengan memeriksa 72 data dari hasil pengujian laboratorium yang dilakukan oleh peneliti terdahulu. Masing-masing data hasil pengujian akan dikomparasikan dengan persamaan yang telah ditemukan serta hasil ini juga dibandingkan dengan analisis menggunakan Response-2000. Hasil analisis kuat lentur aplikasi Response-2000 didapatkan korelasi R² terhadap pengujian kuat lentur laboratorium sebesar 0,8207 atau mendekati nilai kuat lentur pengujian laboratorium sebesar 82%, dengan persamaan regresi linier y = 1,1326x + 1,0016. Hasil analisis kuat lentur menggunakan berbagai metode pendekatan substitusi kuat tekan didapatkan rata-rata korelasi R² sebesar 0,8246, atau mendekati nilai kuat lentur pengujian laboratorium sebesar 82,46%.