Pendahuluan: Dispepsia merupakan gangguan gastrointestinal yang umum dan sering dikaitkan dengan pola makan serta karakteristik demografi. Pemahaman hubungan antara faktor-faktor tersebut penting untuk mendukung upaya pencegahan dan penatalaksanaan yang lebih efektif. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang berbasis data sekunder dari rekam medis 156 pasien dispepsia pada tahun 2024 di satu rumah sakit. Variabel yang dianalisis meliputi jenis kelamin, kelompok usia (remaja, dewasa, lansia), dan pola makan (konsumsi makanan pedas/asam/asin, konsumsi kopi, pola makan tidak teratur, diet rendah serat/restriktif, dan diet seimbang). Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Penelitian ini telah memperoleh izin pelaksanaan dengan nomor surat 445/312/RSUD/2026. Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (67,3%) dan berada pada kelompok usia dewasa (54,5%). Pola makan tidak teratur (30,8%) dan diet rendah serat atau restriktif (28,8%) merupakan pola yang paling sering dilaporkan. Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dan pola makan (p < 0,001) serta antara usia dan pola makan (p = 0,006). Diskusi: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara faktor sosiodemografi dan pola makan pada pasien dispepsia. Namun, interpretasi temuan perlu mempertimbangkan keterbatasan desain potong lintang, penggunaan data sekunder, dan setting penelitian satu pusat yang dapat membatasi generalisasi. Temuan ini menekankan pentingnya perhatian terhadap pola makan dalam praktik klinis serta perlunya penelitian lanjutan dengan desain longitudinal untuk memahami hubungan yang lebih komprehensif. Kata Kunci: Dispepsia; Pola Makan; Jenis Kelamin; Usia; Studi Berbasis Rumah Sakit.