Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama pada lansia dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor sosiodemografi serta gaya hidup. Namun, bukti mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan derajat hipertensi pada lansia di fasilitas pelayanan kesehatan primer di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor sosiodemografi dan gaya hidup dengan derajat hipertensi pada lansia di pusat pelayanan kesehatan primer di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan memanfaatkan data sekunder dari rekam medis di Puskesmas Gogagoman pada April 2026. Sebanyak 68 lansia dengan hipertensi dilibatkan dalam penelitian ini. Variabel sosiodemografi meliputi usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pernikahan, dan status pekerjaan, sedangkan faktor gaya hidup meliputi kebiasaan merokok, riwayat konsumsi alkohol, pola makan, dan aktivitas fisik. Analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics versi 25 dengan uji Chi-square dan Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (66,2%), berusia 60–69 tahun (88,2%), dan mengalami hipertensi stadium 1 (77,9%). Kebiasaan merokok memiliki hubungan yang signifikan dengan derajat hipertensi (p<0,001), di mana perokok menunjukkan proporsi hipertensi stadium 2 yang lebih tinggi dibandingkan dengan non-perokok. Sementara itu, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara derajat hipertensi dengan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status pernikahan, status pekerjaan, riwayat konsumsi alkohol, pola makan, maupun aktivitas fisik (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan merokok berhubungan dengan peningkatan derajat hipertensi pada lansia. Oleh karena itu, penguatan program berhenti merokok, modifikasi gaya hidup, dan pemantauan hipertensi secara rutin di fasilitas pelayanan kesehatan primer sangat penting untuk mengurangi komplikasi hipertensi pada populasi lansia.