ABSTRACT Empathy is an important aspect of students’ social development because it plays a significant role in building positive interpersonal relationships within the school environment. However, low levels of empathy among some students may affect their social interactions and daily behavior. This study aimed to determine the effect of the modeling technique on improving the empathy of eleventh-grade students at SMAN 1 Lingsar in the 2019/2020 academic year. This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design. The sampling technique used was purposive sampling, with a population of 184 students and a research sample of 10 students. Data were collected using questionnaires as the primary instrument, while observation, interviews, and documentation were used as supporting data. Data analysis using the t-test indicated that the calculated t value was higher than the t table value at the 5% significance level. The findings revealed that the modeling technique had a positive effect on increasing students’ empathy through the process of observing and imitating positive social behaviors. Therefore, the modeling technique can be used as an alternative guidance and counseling strategy to enhance students’ empathy in the school environment. ABSTRAK Empati merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan sosial siswa karena berperan dalam membangun hubungan interpersonal yang positif di lingkungan sekolah. Namun, rendahnya kemampuan empati pada sebagian siswa dapat memengaruhi interaksi sosial dan perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik modeling terhadap peningkatan empati siswa kelas XI SMAN 1 Lingsar Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah populasi sebanyak 184 siswa dan sampel penelitian sebanyak 10 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui angket sebagai instrumen utama, sedangkan observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai data pendukung. Analisis data menggunakan uji t-test yang menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih besar dibandingkan t tabel pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik modeling memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan empati siswa melalui proses pengamatan dan peneladanan perilaku sosial yang baik. Dengan demikian, teknik modeling dapat digunakan sebagai salah satu strategi layanan bimbingan dan konseling untuk membantu meningkatkan empati siswa di lingkungan sekolah.