Penelitian ini mengkaji metafora konseptual dan pelanggaran maksim dalam album Berdamai karya Ghea Indrawari. Dilatarbelakangi oleh penggunaan metafora dalam lirik lagu yang secara literal melanggar prinsip komunikasi (maksim Grice), namun secara kognitif merupakan strategi untuk menyampaikan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan jenis dan makna ungkapan metafora konseptual pada lirik lagu dalam album Berdamai karya Ghea Indrawari. 2) menginterpretasikan pelanggaran maksim pada lirik lagu dalam album Berdamai karya Ghea Indrawari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa satuan lingual berbentuk kata dan frasa yang mengandung metafora konseptual pada lirik lagu dalam album Berdamai karya Ghea Indrawari. Pengumpulan data menggunakan metode simak bebas libat cakap dan teknik catat. Peneliti sebagai instrumen utama (human instrument) dengan keabsahan data menggunakan teknik intra rater dan inter rater (triangulasi sumber). Teknik analisis data dilakukan melalui dua tahap utama. Pertama, menggunakan metode padan referensial untuk menghubungkan unsur bahasa dengan kenyataan di luar bahasa (ranah sumber ke ranah sasaran) berdasarkan teori Lakoff dan Johnson. Kedua, menggunakan metode agih dengan teknik ganti untuk menguji konstansi makna metafora dalam kalimat. Berdasarkan hasil penelitian mengenai jenis dan makna ungkapan metafora konseptual serta bentuk pelanggaran maksim dalam album Berdamai karya Ghea Indrawari diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) jenis dan makna ungkapan metafora konseptual yang ditemukan ialah 16 data metafora struktural, 15 data metafora orientasional, serta 22 data metafora ontologis. Mekanisme pemetaan ranah dalam album Berdamai karya Ghea Indrawari didominasi oleh metafora ontologis dan struktural yang memetakan entitas fisik pada ranah sasaran emosi. (2) pelanggaran maksim pada ungkapan metafora konseptual ditemukan kuantitas, kualitas, dan pelaksanaan secara konsisten menghasilkan beberapa makna yang tersirat seperti; bahagia, sedih, lelah, empati, motivasi, optimis, kerinduan, dan keterpurukan. Makna yang dihasilkan bukan sekadar estetika puitis, melainkan sebuah strategi komunikasi untuk menyampaikan pesan keberterimaan diri (self-aceptance). Maksim kualitas paling signifikan dilanggar dalam lirik lagu.