Depi, Hartini Sri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Inventarisasi Serangga Tanah di Inkubator Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya dengan Metode Pitfall Trap Depi, Hartini Sri; Ramadhan, R. Arif Malik; Rosmala, Arrin
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 8 No 1 (2026): June (In Press)
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v8i1.2658

Abstract

Serangga tanah berperan penting dalam menjaga keseimbangan agroekosistem dan menjadi indikator kualitas tanah. Metode pitfall trap merupakan teknik yang efektif, sederhana, dan hemat biaya untuk untuk menangkap serangga tanah epigeal yang aktif bergerak di permukaan tanah. Metode ini representatif untuk menginterpretasikan kelimpahan relatif, keanekaragaman, dan peran ekologis serangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks keanekaragaman, indeks dominansi, dan peranan ekologis serangga tanah di Inkubator Pertanian Universitas Perjuangan Tasikmalaya menggunakan metode pitfall trap. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif observasional dan teknik purposive sampling. Pemasangan perangkap diletakkan pada sembilan titik pengamatan yang mewakili empat jenis lahan. Parameter yang diamati meliputi suhu tanah, pH tanah, indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), indeks dominansi Simpson (C), serta peranan ekologis serangga tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH tanah berkisar antara 4,9–7,0 dan suhu tanah antara 28–29 °C. Nilai indeks keanekaragaman berada pada kategori rendah hingga sedang dengan rentang 0,78-0,99. Adapun indeks dominansi seluruh lahan bernilai di bawah 0,5, yang menunjukkan tidak adanya spesies yang mendominasi secara konsisten. Sebanyak 535 individu serangga dari tujuh spesies dan empat ordo berhasil diidentifikasi, terdiri atas kelompok predator, predator-dekomposer, dan hama. Hasil ini menunjukkan bahwa komunitas serangga tanah berada dalam kondisi relatif seimbang dan mencerminkan ekosistem tanah yang cukup stabil. Meskipun demikian, tingkat keanekaragaman hayatinya masih perlu ditingkatkan.