p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AL-MANSYUR
Hadi, Adi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Digitalisasi Ekonomi terhadap Penyerapan Tenaga Kerja dan Fenomena Pengangguran di Indonesia Khofsah, Sholihatin; Hadi, Adi
AL-MANSYUR Vol 6 No 1 (2026): PENGARUSUTAMAAN ZAKAT MAAL UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah (ES) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digitalisasi ekonomi telah menjadi salah satu fenomena struktural utama yang memengaruhi dinamika pasar tenaga kerja di Indonesia. Perkembangan teknologi digital, otomatisasi, dan ekonomi berbasis platform membawa implikasi yang kompleks terhadap penyerapan tenaga kerja dan tingkat pengangguran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak digitalisasi ekonomi terhadap penyerapan tenaga kerja serta fenomena pengangguran di Indonesia, dengan menyoroti aspek skill mismatch, perubahan struktur penyerapan tenaga kerja, kualitas pekerjaan, sektor informal digital, ketimpangan regional, serta implikasi makroekonomi jangka panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-analitis, didukung oleh data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia tahun 2022–2025 yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi ekonomi berkontribusi terhadap penurunan tingkat pengangguran terbuka secara nasional melalui penciptaan peluang kerja baru, khususnya di sektor jasa dan ekonomi berbasis platform. Namun demikian, penurunan pengangguran tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan perbaikan kualitas penyerapan tenaga kerja. Digitalisasi yang bersifat skill-biased memperkuat fenomena ketidaksesuaian keterampilan (skill mismatch), mendorong ekspansi sektor informal digital, serta meningkatkan proporsi pekerjaan dengan tingkat keamanan dan stabilitas yang rendah. Selain itu, dampak digitalisasi juga bersifat tidak merata secara regional, sehingga berpotensi memperlebar ketimpangan antarwilayah. Secara makroekonomi, digitalisasi ekonomi memiliki implikasi jangka panjang terhadap produktivitas, distribusi pendapatan, dan stabilitas sosial. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar isu teknologi, melainkan proses transformasi struktural yang memerlukan kebijakan publik yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pemerataan pembangunan.
Eksplorasi Posisi Agama dan Etika serta Hubungan Keduanya dalam Etika Bisnis Islam Anam, Moh.; Hasanah, Siti; Hadi, Adi; Trianti, Devita
AL-MANSYUR Vol 6 No 1 (2026): PENGARUSUTAMAAN ZAKAT MAAL UNTUK PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah (ES) STAI Nahdlatul Ulama (STAINU) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas eksplorasi posisi agama dan etika serta hubungan keduanya dalam konteks etika bisnis Islam. Perkembangan bisnis modern yang ditandai oleh globalisasi, digitalisasi, dan persaingan ekonomi yang semakin kompleks memunculkan berbagai persoalan moral seperti riba, penipuan, monopoli, dan ketidakadilan dalam aktivitas ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep agama dan etika dalam perspektif Islam, menganalisis hubungan antara agama dan etika dalam aktivitas bisnis, mengidentifikasi prinsip-prinsip etika bisnis Islam, serta menganalisis penerapannya dalam menghadapi isu bisnis kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan dengan metode analisis isi. Hasil kajian menunjukkan bahwa agama dan etika dalam Islam merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Agama berfungsi sebagai sumber nilai dan norma, sedangkan etika menjadi implementasi praktis dari nilai-nilai tersebut dalam kehidupan bisnis. Etika bisnis Islam dibangun atas prinsip tauhid, keadilan, kehendak bebas yang bertanggung jawab, tanggung jawab, dan ihsan. Prinsip-prinsip tersebut menjadi pedoman dalam menciptakan aktivitas bisnis yang jujur, adil, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama. Selain itu, etika bisnis Islam dinilai relevan dalam menjawab berbagai tantangan bisnis kontemporer karena mampu mengintegrasikan aspek material dan spiritual demi terciptanya kesejahteraan dunia dan akhirat.