Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) pada Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei melalui kuesioner kepada 64 responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, dan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pelatihan kerja (X1) dan disiplin kerja (X2) masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (Y) PPNPN, ditunjukkan oleh nilai t hitung sebesar 6,339 untuk pelatihan kerja dan 5,540 untuk disiplin kerja yang masing-masing lebih besar dari t tabel (2,000). Secara simultan, kedua variabel bebas juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja, Pada hasil regresi linear berganda Pelatihan Kerja (X1) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja (Y) (p = 0,006), sedangkan Disiplin Kerja (X2) berpengaruh positif (p = 0,193). Nilai konstanta menunjukkan baseline kinerja sebesar 14,111 saat X1 dan X2 = 0. Lalu, dengan F hitung sebesar 40,187 > F tabel sebesar 3,15 dan nilai signifikansi < 0,001. Koefisien determinasi sebesar 39,1% menunjukkan bahwa pelatihan kerja dan disiplin kerja berkontribusi terhadap kinerja, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menegaskan pentingnya optimalisasi pelatihan kerja dan penerapan disiplin kerja yang konsisten sebagai strategi peningkatan kinerja pegawai.