Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI PENGARUH POLIMER TERHADAP KUAT TEKAN BETON DAN STABILISASI TANAH PADA APLIKASI PERKERASAN KAKU Lirawati, Lirawati; Syukur, Muhammad; Faredzi, Muhammad Agisna
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara eksperimental pengaruh penambahan polimer terhadap kinerja mekanik beton dan efektivitasnya dalam stabilisasi tanah untuk aplikasi perkerasan kaku. Metode yang digunakan adalah pendekatan laboratorium dengan membandingkan beton normal (BN) mutu rencana 20 MPa dan beton modifikasi polimer pada variasi 2,5%–20%, serta pengujian tanah yang distabilisasi polimer pada tiga jenis tanah berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton normal mampu mencapai kuat tekan rata-rata 20,911 MPa pada umur 28 hari, sementara penambahan polimer justru menyebabkan penurunan kuat tekan secara signifikan hingga 72,11% pada variasi 20%. Fenomena ini mengindikasikan bahwa dalam sistem semen, polimer cenderung mengganggu proses hidrasi dan pembentukan struktur mikro C-S-H, sehingga menurunkan kualitas ikatan pasta semen-agregat (Tang et al., 2020). Sebaliknya, pada material tanah, penambahan polimer menunjukkan peningkatan kuat tekan yang signifikan dibandingkan tanah alami, dengan nilai optimum pada tanah campuran polimer sebesar 41 kN, yang menunjukkan peningkatan kohesi melalui mekanisme particle bonding (Consoli et al., 2017). Selain itu, karakteristik agregat dengan nilai absorpsi tinggi (hingga 31,908%) teridentifikasi sebagai faktor kritis yang memengaruhi rasio air-semen efektif dan berpotensi menurunkan performa beton. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan polimer lebih prospektif untuk aplikasi geoteknik non-struktural seperti stabilisasi tanah dan lapisan subgrade, dibandingkan sebagai bahan tambah pada beton struktural, sehingga diperlukan optimasi lebih lanjut terhadap jenis dan kadar polimer untuk mencapai sinergi yang efektif dalam sistem berbasis semen