Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Experimental Flexural Strength of Reinforced Beam and Reactive Powder Concrete with Bendrat Fiber Lirawati, Lirawati
Journal of Science Innovare Vol 7, No 1 (2024): Journal of Science Innovare, Volume 07 Number 01 2024
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jsi.v7i1.10623

Abstract

Reactive powder concrete is a new type of concrete that has ultra-high compressive strength, the components of which are very fine powders that have high silica content. Reactive powder concrete has high compressive strength and ductility, which has the potential to replace steel materials in construction work, and has a very large opportunity for construction materials in Indonesia. In this study, 3 types of strength tests were carried out, namely compressive strength tests, splitting tensile tests and flexural strength tests. Compressive strength tests were carried out on cubes measuring 5 cm x 5 cm x 5 cm with cylinders measuring 10 cm x 20 cm, and splitting tensile strength on cylinders measuring 10 cm x 20 cm and flexural strength were carried out on reactive powder concrete measuring 4 x 6 x 60 cm and reinforced beams measuring 5 x 9 cm x 140 cm with the addition of 0.5% bendrat fiber from the concrete volume. The treatment of test objects for cubes and cylinders was carried out by curing with ordinary water. From the results of the tests that have been carried out, it was concluded that type II cement can increase the usual compressive strength of 43.9 MPa. For the splitting tensile strength of concrete using type II cement is 3.95 MPa higher than the use of type I cement of 2.23 MPa. The flexural strength of reactive powder concrete with 0.5% bendrat fiber is 23.44 MPa and reinforced concrete with 0.5% bendrat fiber is 61.93 MPa
EKSPERIMENTAL KUAT LENTUR BALOK BERTULANG DAN BETON BUBUK REAKTIF BERSERAT BENDRAT LIRAWATI, LIRAWATI
Jurnal Teknik | Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK Vol 19, No 1 (2018): Jurnal Teknik : Majalah Ilmiah Fakultas Teknik UNPAK
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/teknik.v19i1.1689

Abstract

Beton bubuk reaktif adalah jenis beton baru yang memiliki kuat tekan ultra tinggi, yang komponen penyusunnya adalah bubuk yang sangat halus yang memiliki kandungan silika tinggi. Beton bubuk reaktif memiliki kuat tekan dan daktilitas yang tinggi, yang berpotensi untuk menggantikan material baja dalam pekerjaan konstruksi, serta memiliki peluang yang sangat besar untuk material konstruksi di Indonesia. Pada penelitian ini dilakukan 3 macam uji kekuatan yaitu uji kuat tekan, uji tarik belah dan uji kuat lentur. Pengujian kuat tekan dilakukan pada kubus berukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm dengan silinder berukuran 10 cm x 20 cm, dan kuat tarik belah pada silinder berukuran 10 cm x 20 cm serta kuat lentur dilakukan pada beton bubuk reaktif berukuran 4 x 6 x 60 cm dan balok bertulang berukuran 5 x 9 cm x 140 cm dengan penambahan serat bendrat 0.5% dari volume beton. Perawatan benda uji untuk kubus dan silinder dilakukan dengan curing air biasa. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan, disimpulkan bahwa pada semen tipe II dapat meningkatkan kuat tekan biasa 43,9 MPa. Untuk kuat tarik belah beton dengan menggunakan semen tipe II lebih tinggi 3,95 MPa dari penggunaan semen tipe I sebesar 2,23 MPa. Kuat lentur pada beton bubuk reaktif dengan serat bendrat 0,5% sebesar 23,44 MPa dan beton bertulang dengan serat bendrat 0,5% sebesar 61,93 MPa. Kata kunci : Beton Bubuk Reaktif, Serat Bendrat, Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, Kuat    
Pengaruh Limbah Puntung Rokok dalam Proses Self Healing Concrete Terhadap Kuat Tekan Beton Lirawati, Lirawati; Suardi, Hasbi Rizki; Fadhilah, Raihan Ahmad; aulana, Dikri M; Susilawati, Eneng Devi; Aqshaprayza, Ivaldy
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 4 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i4.14159

Abstract

Pengaruh penggunaan Limbah Puntung Rokok dan Bakteri Bacillus Subtilis terhadap sifat mekanik beton serta potensinya dalam meningkatkan performa Rigid Pavement. Beton adalah material konstruksi yang dominan dalam infrastruktur sipil karena kekuatannya yang tinggi dan ketahanannya terhadap cuaca. Namun, pembuatan beton konvensional sering kali menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan memanfaatkan Limbah Puntung Rokok sebagai sumber serat selulosa tambahan dalam beton, serta menggunakan Bacillus Subtilis untuk meningkatkan proses Self-Healing Concrete. Metode penelitian melibatkan eksperimen laboratorium untuk menguji kuat tekan, kuat tarik, dan ketahanan terhadap retakan beton yang diperkaya dengan Limbah Puntung Rokok dan Bakteri Bacillus Subtilis. Hasil eksperimen ini akan memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana kombinasi ini mempengaruhi sifat mekanik beton serta biaya produksi. Manfaat dari penelitian ini mencakup pengurangan dampak lingkungan dari Limbah Puntung Rokok, inovasi dalam penggunaan material alternatif untuk beton, dan peningkatan performa infrastruktur jalan. Diharapkan bahwa hasil penelitian ini dapat memberikan landasan untuk pengembangan beton yang lebih Ramah Lingkungan dan tahan lama, serta kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di masa depan.
EVALUASI PENGARUH POLIMER TERHADAP KUAT TEKAN BETON DAN STABILISASI TANAH PADA APLIKASI PERKERASAN KAKU Lirawati, Lirawati; Syukur, Muhammad; Faredzi, Muhammad Agisna
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara eksperimental pengaruh penambahan polimer terhadap kinerja mekanik beton dan efektivitasnya dalam stabilisasi tanah untuk aplikasi perkerasan kaku. Metode yang digunakan adalah pendekatan laboratorium dengan membandingkan beton normal (BN) mutu rencana 20 MPa dan beton modifikasi polimer pada variasi 2,5%–20%, serta pengujian tanah yang distabilisasi polimer pada tiga jenis tanah berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton normal mampu mencapai kuat tekan rata-rata 20,911 MPa pada umur 28 hari, sementara penambahan polimer justru menyebabkan penurunan kuat tekan secara signifikan hingga 72,11% pada variasi 20%. Fenomena ini mengindikasikan bahwa dalam sistem semen, polimer cenderung mengganggu proses hidrasi dan pembentukan struktur mikro C-S-H, sehingga menurunkan kualitas ikatan pasta semen-agregat (Tang et al., 2020). Sebaliknya, pada material tanah, penambahan polimer menunjukkan peningkatan kuat tekan yang signifikan dibandingkan tanah alami, dengan nilai optimum pada tanah campuran polimer sebesar 41 kN, yang menunjukkan peningkatan kohesi melalui mekanisme particle bonding (Consoli et al., 2017). Selain itu, karakteristik agregat dengan nilai absorpsi tinggi (hingga 31,908%) teridentifikasi sebagai faktor kritis yang memengaruhi rasio air-semen efektif dan berpotensi menurunkan performa beton. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan polimer lebih prospektif untuk aplikasi geoteknik non-struktural seperti stabilisasi tanah dan lapisan subgrade, dibandingkan sebagai bahan tambah pada beton struktural, sehingga diperlukan optimasi lebih lanjut terhadap jenis dan kadar polimer untuk mencapai sinergi yang efektif dalam sistem berbasis semen