Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS EKOHIDRAULIK VEGETASI RIPARIAN TERHADAP KUALITAS AIR SUNGAI WAY BATANGHARI BERDASARKAN INDEKS MAKROINVERTEBRATA Rolia, Eva; Christi, Desma Andiestya; Prawati, Eri
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v15i2.5222

Abstract

Kondisi vegetasi riparian yang berfungsi sebagai penyangga bagi lingkungan perairan sangat mempengaruhi kualitas ekosistem sungai. Degradasi vegetasi riparian dapat menyebabkan penurunan kualitas air dan keanekaragaman hayati perairan, termasuk makroinvertebrata yang sensitif terhadap perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara kondisi vegetasi riparian dengan komposisi makroinvertebrata di Sungai Way Batanghari, Kota Metro. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif korelasional, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling di tiga lokasi yang memiliki variasi kondisi vegetasi riparian. Data yang diperoleh meliputi pengukuran kepadatan, tajuk, dan persentase tanaman asli dari vegetasi, serta komposisi makroinvertebrata yang dianalisis menggunakan Indeks Biotilik (FBI) untuk menilai kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Biotilik memiliki hubungan yang sangat kuat dan signifikan dengan kualitas air, dengan nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,926. Sementara itu, persentase semak dan pohon menunjukkan hubungan yang lemah hingga sedang dengan kualitas air, tetapi tidak signifikan secara statistik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa vegetasi riparian yang lebih padat berkontribusi pada peningkatan keberagaman makroinvertebrata dan kualitas air, serta bahwa Indeks Biotilik dapat digunakan sebagai indikator biologis yang efektif untuk menilai kualitas air. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah untuk pengelolaan dan restorasi ekosistem sungai yang berkelanjutan.