Pembelajaran bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah, khususnya pada keterampilan berbicara (maharah kalam), masih terdapat tantangan dalam mengembangkan kemampuan siswa untuk menggunakan ungkapan sederhana secara spontan dan kontekstual. Permasalahan yang ditemukan di kelas V MIN 6 Bandar Lampung menunjukkan bahwa sebagian besar siswa hanya mampu menirukan dialog dari buku tanpa mampu mengembangkan kalimat sendiri dalam situasi komunikasi sederhana. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya keberanian siswa dalam merespon pertanyaan lisan serta kesulitan menyusun kalimat secara mandiri. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa dari 33 siswa, sebanyak 23 siswa (69,7%) belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 77, sedangkan hanya 10 siswa (30,3%) yang dinyatakan tuntas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi Joyful Learning berbasis media Spinning Wheel dalam meningkatkan maharah kalam siswa. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berbicara siswa secara bertahap. Nilai rata-rata siswa meningkat dari 75,18 pada tahap pra-tindakan menjadi 79,84 pada siklus I, dan meningkat kembali menjadi 90,75 pada siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 30,3% menjadi 63,6% pada siklus I dan mencapai 81,8% pada siklus II. Dengan demikian, penerapan strategi Joyful Learning berbasis media Spinning Wheel terbukti mampu meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab siswa serta menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, komunikatif, dan bermakna pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah.