Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan yang dialami siswa Sekolah Dasar dalam mengenal dan memahami sifat-sifat bangun datar serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui penelaahan, pengkajian, dan sintesis hasil penelitian terdahulu berkaitan dengan pemahaman siswa terhadap bangun datar. Analisis dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesulitan siswa meliputi ketidakmampuan memahami sifat-sifat bangun datar, kesulitan dalam visualisasi bentuk, keterbatasan dalam penggunaan rumus keliling dan luas, serta lemahnya kemampuan pemecahan masalah geometri. Faktor penyebab kesulitan terdiri atas faktor internal, seperti rendahnya kemampuan kognitif, motivasi, kemampuan prasyarat matematika, serta kecemasan dalam belajar matematika; dan faktor eksternal seperti metode pengajaran yang kurang variatif, minimnya media konkret, terbatasnya fasilitas belajar, serta kurangnya dukungan dari lingkungan sekolah dan keluarga. Kajian juga menemukan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis teori Van Hiele, penggunaan media konkret dan manipulatif, pembelajaran kontekstual, serta latihan pemecahan masalah secara bertahap efektif dalam meningkatkan pemahaman geometri siswa. Kesimpulannya, kesulitan siswa dalam memahami bangun datar tidak hanya disebabkan oleh kurangnya penguasaan konsep, tetapi juga terkait dengan pendekatan pedagogis yang belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang lebih inovatif, konkret, dan sesuai dengan tahap perkembangan berpikir siswa untuk meningkatkan pemahaman geometri di sekolah dasar.