Vivian Alyssa Chandra
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

The Role and Legal Responsibilities of Directors and Commissioners in Facing Administrative, Criminal and Civil Risks Indra Utama Tanjung; Vivian Alyssa Chandra; Khania Amanda Salsabila; Ryan Fahri Rangkuti; Aufiya Muhammad Syukri Al Ghiffary
Jurnal Cendikia ISNU SU Vol. 2 No. 2 (2025): ISNU Cendikia September
Publisher : ISNU Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70826/jcisnu.v2i2.844

Abstract

This article examines the roles and legal responsibilities of directors and commissioners in corporate law, particularly regarding administrative, criminal, and civil risks. Directors, as the managing body, and commissioners, as supervisors, have legal obligations inherent in their strategic functions. In the Indonesian legal system, violations of the principles of prudence and good faith can give rise to personal liability. This study uses a normative juridical approach by analyzing relevant laws and regulations and jurisprudence. The results of the study indicate that there is still a lack of clarity in the application of accountability standards, particularly in distinguishing between corporate and individual management responsibilities. This lack of clarity can create legal uncertainty and risks for company managers. Therefore, this article recommends updating legal norms and strengthening the principles of good corporate governance as preventive measures to clarify the boundaries of responsibility and minimize legal risks for directors and commissioners.
The Role and Legal Responsibilities of Directors and Commissioners in Facing Administrative, Criminal and Civil Risks Indra Utama Tanjung; Vivian Alyssa Chandra; Khania Amanda Salsabila; Ryan Fahri Rangkuti; Aufiya Muhammad Syukri Al Ghiffary
Jurnal Cendikia ISNU SU Vol. 2 No. 2 (2025): ISNU Cendikia September
Publisher : ISNU Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70826/jcisnu.v2i2.844

Abstract

This article examines the roles and legal responsibilities of directors and commissioners in corporate law, particularly regarding administrative, criminal, and civil risks. Directors, as the managing body, and commissioners, as supervisors, have legal obligations inherent in their strategic functions. In the Indonesian legal system, violations of the principles of prudence and good faith can give rise to personal liability. This study uses a normative juridical approach by analyzing relevant laws and regulations and jurisprudence. The results of the study indicate that there is still a lack of clarity in the application of accountability standards, particularly in distinguishing between corporate and individual management responsibilities. This lack of clarity can create legal uncertainty and risks for company managers. Therefore, this article recommends updating legal norms and strengthening the principles of good corporate governance as preventive measures to clarify the boundaries of responsibility and minimize legal risks for directors and commissioners.
Pengakuan dan Pengesahan Anak Luar Kawin, dan Akibat Hukumnya, Menurut KUH Perdata dan UU No. 1 Tahun 1974 Nabila Hilmy Khairunnisa Hasibuan; Salwa Khairina Azzahra; Vivian Alyssa Chandra; Nadiatul Maghfirah; Shafa Zhafira Khalid
Jurnal Sahabat ISNU SU Vol. 2 No. 1 (2025): Vol.2 No.1 2025: Sahabat ISNU Mei
Publisher : ISNU Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dinamika kehidupan bernegara, Indonesia, Negara Hukum, memandang supremasi hukum sebagai cita-cita bersama. Dalam situasi ini, setiap orang berhak menikah dan mempertahankan pernikahan yang sah untuk memiliki anak. Anak-anak yang lahir di luar nikah dikenal seperti itu karena tidak semua anak adalah hasil dari orang tua yang bercerai. Penelitian ini berupaya mengkaji peraturan KUHPerdata tentang anak yang belum menikah, hukum adat, dan keabsahan akta kelahiran anak yang belum menikah. Pendekatan konseptual dan metodologi penelitian hukum normatif digunakan dalam penelitian ini. Sumber hukum primer, sekunder, dan tersier yang digunakan kemudian dikenai analisis metodis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa awig-awig, baik tertulis maupun tidak tertulis, digunakan untuk mengatur anak-anak di luar nikah karena berfungsi sebagai panduan bagi desa adat dalam mengelola pemerintahan mereka. Akta Notaris, Akta Kelahiran, Akta yang dibuat oleh petugas pencatatan sipil, atau bahkan akta nikah itu sendiri mungkin mengatakan bahwa anak tersebut lahir di luar nikah. Karena berfungsi sebagai bukti pengakuan negara atas kewarganegaraan dan kedudukan sipil anak, akta kelahiran sangat penting bagi anak tersebut.