This study analyzes the organization process of a formal government event, focusing on the implementation of organizational communication. This research addresses the challenges of coordinating multiple stakeholders and managing dynamic changes during events. The objective is to examine the stages of event management and identify effective communication patterns applied by PT Suara Sanara Juara in the High Level Meeting TPID Banten 2026. This study used a qualitative case study approach, with data collected through participatory observation, informal interviews, and documentation. The results reveal that the success of the event is largely determined by the dominance of vertical communication, where all information flows centrally through the Project Manager, ensuring clear instructions and fast decision-making. However, flexibility in handling technical changes, such as sudden adjustments to the event rundown, is supported by horizontal and diagonal communication among divisions. The integration of real-time communication tools, particularly eartech, plays a crucial role in maintaining coordination efficiency during the execution phase. The study highlights that the combination of structured communication hierarchy and adaptive coordination strategies becomes the key factor in minimizing miscommunication and ensuring the effectiveness of formal government event implementation Keywords:Event management, Organizational communication, Government event, Communication pattern, Event organizer ABSTRAK Penelitian ini menganalisis proses penyelenggaraan acara formal pemerintahan dengan fokus pada penerapan komunikasi organisasi. Permasalahan penelitian terletak pada kompleksitas koordinasi antar pemangku kepentingan serta dinamika perubahan teknis selama pelaksanaan acara. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji tahapan penyelenggaraan acara dan mengidentifikasi pola komunikasi yang efektif pada kegiatan High Level Meeting TPID Banten 2026 oleh PT Suara Sanara Juara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi partisipatif, wawancara informal, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan acara sangat ditentukan oleh dominasi komunikasi vertikal yang terpusat pada Manajer Proyek, sehingga mampu menjaga kejelasan instruksi dan mempercepat pengambilan keputusan. Di sisi lain, komunikasi horizontal dan diagonal berperan penting dalam menangani perubahan teknis secara cepat, seperti penyesuaian jadwal akibat keterlambatan peserta. Penggunaan eartech sebagai media komunikasi terbukti meningkatkan efektivitas koordinasi secara real-time di lapangan. Temuan utama penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi antara struktur komunikasi yang terpusat dan fleksibilitas koordinasi menjadi kunci dalam meminimalkan miskomunikasi serta memastikan kelancaran penyelenggaraan acara formal pemerintahan. Kata Kunci: Manajemen event, Komunikasi organisasi, Event pemerintahan, pola komunikasi, Event Organizer