Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur respon audiens dan jenis tindak tutur respons audiens terhadap wacana iklan anti-bullying di YouTube dari aspek pola respon, serta mendeskripsikan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan menerapkan desain analisis wacana. Data berupa komentar atau tuturan audiens terhadap teks iklan anti- bullying yang mencerminkan bentuk dan jenis tindak tutur. Sumber data dalam penelitian ini adalah iklan anti bullying di chanel YouTube Dit yang berjudul “ Stop Bullying - Stop Kekerasan di Sekolah”, dokumen teks tindak tutur dan guru kelas 6. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, simak-catat dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan prosedur analisis model Miles and Hubberman mencakup tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi teori dan metode. Hasil penelitian (1) terdapat 3 bentuk tindak tutur, yaitu deklaratif (56,76%), interogatif (7,27%), dan imperatif (35,97%). Sebagaian tindak tutur menunjukkan pola respon positif, yang mendukung kampanye anti-bullying. (2) terdapat 4 jenis tindak tutur audien terhadap iklan anti bullying meliputi tindak tutur asertif (50.16%) yang berfungsi untuk menyatakan, memberitahukan, menjelaskan, mengeluh. Direktif (38,4%) digunakan untuk memerintah, memohon, menanyakan, menyarankan. Komisif (5.02%) dengan fungsi menawarkan, berniat, mengancam. Tindak tutur ekspresif (6%) disampaikan untuk mengucapkan terimakasih, memuji dan mengucapkan selamat. (3) Temuan ini memiliki implikasi penting dalam pembelajaran bahasa siswa SD, khususnya dalam pengembangan kompetensi pragmatik. Analisis tindak tutur dalam kampanye digital dapat digunakan sebagai bahan ajar untuk melatih keterampilan bahasa siswa.