Penelitian ini mengkaji konstruksi gender dalam media daring Indonesia melalui pendekatan analisis wacana kritis model Sara Mills. Fokus penelitian diarahkan pada pemberitaan perceraian antara Andre Taulany dan Erin Wartia yang dimuat di portal berita CNN Indonesia, Detik.com, InsertLive, dan Kompas.com. Bahasa yang digunakan media memiliki peran penting dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap relasi gender dan peran sosial laki-laki maupun perempuan. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap posisi subjek, objek, dan pembaca dalam teks berita serta menunjukkan bagaimana ideologi patriarki bekerja melalui representasi wacana media daring. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan model analisis Sara Mills yang menitikberatkan pada relasi antara posisi penulis, tokoh, dan pembaca. Data dikumpulkan melalui dokumentasi berita daring yang relevan dengan isu perceraian Andre Taulany dan dianalisis berdasarkan struktur naratif dan pilihan bahasa yang digunakan jurnalis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laki-laki masih digambarkan sebagai pusat kendali narasi, sedangkan perempuan cenderung diposisikan sebagai pihak yang pasif dan kurang mendapat ruang untuk bersuara. Narasi berita lebih menonjolkan sudut pandang hukum dan moral yang berpihak pada figur laki-laki publik. Penelitian ini menegaskan bahwa media daring masih mereproduksi ideologi patriarki melalui bentuk representasi yang tersamar. Analisis Sara Mills memberikan pemahaman bahwa bahasa media bukan hanya alat penyampai informasi, tetapi juga sarana pembentuk realitas sosial. Temuan ini diharapkan dapat memperluas kajian wacana kritis di Indonesia serta mendorong terciptanya praktik jurnalistik yang lebih sensitif terhadap isu kesetaraan gender.