Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Eksistensi Kapal Kyai Rajamala sebagai Alat Transportasi Tahun 1861-1893: Kajian Sejarah dan Memori Masyarakat Marfiah, Riki; Sucipto, Sucipto; Mahanani, Qisthi Faradina Ilma; Kusairi, Latif
Dampeng: Journal of Art, Heritage and Culture Vol. 2 No. 1 (2026): Dampeng: Journal Art, Heritage and Culture
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/dampeng.v2i1.1008

Abstract

This study examines the Kyai Rajamala Ship as a form of royal river transportation and political symbolism in the Surakarta Kasunanan Palace during the1861-1893. Previous studies on Javanese transportation history have mainly focused on trade and colonial infrastructure, while the relationship between river transportation, collective memory, and royal symbolism remains underexplored. Using Maurice Halbwachs’ theory of collective memory and historical research methods, this study analyzes archival sources, oral traditions, palace narratives, and visual documentation related to the Kyai Rajamala Ship. The findings show that the ship functioned not only as a means of royal mobility and diplomacy, but also as a symbol of political legitimacy, spiritual authority, and Javanese cosmology. Furthermore, collective memory regarding the ship has been reproduced through oral traditions, cultural narratives, and heritage discourse in Surakarta society. This study contributes to Southeast Asian maritime history by positioning river transportation as part of inland maritime culture and collective memory formation in nineteenth-century Java. [Penelitian ini mengkaji Kapal Kyai Rajamala sebagai bentuk transportasi sungai kerajaan dan simbolisme politik di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta pada tahun 1861-1893. Kajian sebelumnya mengenai sejarah transportasi di Jawa umumnya lebih berfokus pada perdagangan dan infrastruktur kolonial, sementara hubungan antara transportasi sungai, memori kolektif, dan simbolisme kerajaan masih jarang dibahas. Dengan menggunakan teori memori kolektif Maurice Halbwachs dan metode penelitian sejarah, penelitian ini menganalisis sumber arsip, tradisi lisan, narasi keraton, dan dokumentasi visual yang berkaitan dengan Kapal Kyai Rajamala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapal ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana mobilitas dan diplomasi kerajaan, tetapi juga sebagai simbol legitimasi politik, otoritas spiritual, dan kosmologi Jawa. Selain itu, memori kolektif mengenai kapal ini terus direproduksi melalui tradisi lisan, narasi budaya, dan diskursus warisan budaya dalam masyarakat Surakarta. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap sejarah maritim Asia Tenggara dengan menempatkan transportasi sungai sebagai bagian dari budaya maritim pedalaman dan pembentukan memori kolektif di Jawa abad ke-19.]