Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan kelompok tani dalam mengadopsi marketplace sebagai sarana pemasaran produk pertanian dengan menggunakan pendekatan Technology Readiness Index (TRI). TRI terdiri atas empat dimensi, yaitu optimism (optimisme), innovativeness (inovativitas), discomfort (ketidaknyamanan), dan insecurity (ketidakamanan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada kelompok tani. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan teknik bootstrapping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimism berpengaruh positif dan signifikan terhadap adopsi marketplace, yang berarti bahwa petani dengan persepsi positif terhadap teknologi cenderung lebih bersedia menggunakan marketplace digital. Discomfort berpengaruh negatif dan signifikan terhadap adopsi marketplace, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat ketidaknyamanan dalam menggunakan teknologi, maka semakin rendah kemungkinan petani mengadopsi marketplace. Sementara itu, innovativeness dan insecurity tidak berpengaruh signifikan terhadap adopsi marketplace. Temuan ini mengindikasikan bahwa kesiapan petani dalam mengadopsi platform pemasaran digital terutama dipengaruhi oleh tingkat keyakinan mereka terhadap manfaat teknologi serta tingkat kenyamanan dalam menggunakannya. Dengan demikian, peningkatan optimisme petani terhadap teknologi serta pengurangan tingkat ketidaknyamanan melalui pelatihan dan pendampingan menjadi langkah penting dalam mendorong adopsi marketplace untuk pemasaran produk pertanian.