Abdullah, Maryam Bahari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

AN ANALYSIS OF ILLOCUTIONARY IN DONALD TRUMP'S INAUGURATION ADDRESS(2025) Abdullah, Maryam Bahari; Abdullah, Abdullah; Hasbi, Muh
Journal of English Literature and Linguistic Studies Vol 4, No 2 (2026): Journal of English Literature and Linguistic Studies (JELLS)
Publisher : Faculty of Languages and Literature, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jells.v4i2.83812

Abstract

Studi ini menganalisis tindak ilokusi yang ditemukan dalam pidato pelantikan Donald Trump tahun 2025, khususnya berfokus pada klasifikasinya menurut teori tindak tutur Searle (1979). Tujuan utama studi ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis tindak ilokusi yang dominan dan memahami makna di balik penggunaannya dalam konteks pidato politik. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data penelitian diperoleh dari transkrip pidato pelantikan Donald Trump yang diunggah di YouTube oleh KompasTV. Hasil analisis menunjukkan bahwa kelima kategori tindak ilokusi Searle, yaitu asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif, ditemukan dalam pidato tersebut. Tindak asertif banyak digunakan untuk menyatakan fakta, keyakinan, dan penilaian Trump tentang keadaan negara, seperti krisis inflasi, masalah pemerintahan, dan tantangan sosial. Tindak komisif juga sangat dominan, dengan Trump membuat berbagai janji dan komitmen mengenai kebijakan masa depan, termasuk memulihkan kedaulatan, memperbaiki sistem peradilan, dan mengakhiri kebijakan yang dianggap merugikan. Namun, subkategori tindakan komisif, seperti 'penawaran' dan 'kesepakatan', tidak ditemukan, mengingat sifat satu arah dan deklaratif dari pidato pelantikan tersebut. Selain itu, tindakan direktif digunakan untuk mendorong audiens untuk bertindak atau mengadopsi pandangan tertentu, seperti seruan untuk menghadapi tantangan dengan jujur atau tidak membiarkan situasi buruk berlanjut. Tindakan ekspresif mencerminkan perasaan dan sikap Trump, seperti rasa terima kasih kepada para pendukung, optimisme tentang masa depan, dan simpati kepada korban bencana. Terakhir, tindakan deklaratif ditemukan dalam pernyataan yang secara langsung mengubah status atau kondisi, seperti deklarasi berakhirnya kemunduran Amerika. Secara keseluruhan, studi ini menegaskan relevansi teori tindakan tutur Searle dalam menganalisis komunikasi politik. Penggunaan tindakan ilokusi yang beragam oleh Donald Trump dalam pidatonya menunjukkan strategi retorika yang efektif untuk membentuk persepsi publik, memobilisasi dukungan, dan membangun narasi kepemimpinan yang kuat. Temuan ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana bahasa digunakan sebagai alat untuk memengaruhi opini dan tindakan dalam wacana politik.