Ananda Fajar Ayu Kinanti
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Joke Candidate sebagai Kritik Politik dalam Pemilihan Gubernur Tokyo 2024 Ananda Fajar Ayu Kinanti; Agnes Shynta Dewi Prihadi; Zidan Amidyatama Nugraha; Muhammad Fadlila Azam; Zahra Athira Mumtazah; Ashima Sholihatul Hidayah; Umoro, Anisa Ledy
Janaru Saja Jurnal Program Studi Sastra Jepang Vol. 14 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Sastra Jepang, Universitas Komputer Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/js.v14i1.15847

Abstract

 Abstract The emergence of candidates with unusual costumes in the 2024 Tokyo gubernatorial election has led to a new phenomenon in Japanese democracy that is the emergence of joke candidates. These candidates often wear costumes and implement controversial campaign strategies. This article aims to unpack the driving factors behind the emergence of joke candidates in Japanese politics. This research uses qualitative methods in the form of a study to examine how socio-political and cultural factors influence political campaigns by incorporating humour into them. The findings of this study show that the emergence of joke candidates is a response to the public apathy towards politics. In this case, joke candidates act as political critics. In practice, the joke candidate phenomenon has succeeded in attracting the younger generation's interest in politics. However, on the other hand, there are concerns that the lack of seriousness of elections may undermine democracy. This article concludes that while humour in campaigns can increase voter turnout, it also affects perceptions of the seriousness of democracy. Further research is needed to see its long-term impact on democracy in Japan. Keywords: joke candidate, democracy, political campaign, political critics, election   Abstrak Munculnya kandidat dengan kostum menarik dan tidak biasa pada pemilihan gubernur Tokyo 2024 memunculkan fenomena baru dalam demokrasi Jepang, yaitu munculnya kandidat lelucon atau joke candidate. Kandidat-kandidat tersebut seringkali menggunakan kostum menarik dan menerapkan strategi kampanye yang mengundang kontroversi. Menyoroti hal tersebut, artikel ini bertujuan untuk membahas faktor pendorong munculnya joke candidate dalam peta perpolitikan Jepang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa studi untuk mengkaji bagaimana faktor sosiopolitik dan budaya memengaruhi kampanye politik dengan mengintegrasikan unsur humor. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa munculnya joke candidate adalah respon terhadap sikap apati politik di Jepang. Dalam hal ini, joke candidate berperan sebagai kritik politik. Dalam praktiknya, fenomena joke candidate berhasil menarik minat generasi muda terhadap politik. Namun, di sisi lain muncul kekhawatiran mengenai kurangnya keseriusan pemilihan umum dapat meremehkan demokrasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun humor dalam kampanye dapat meningkatkan partisipasi pemilih, hal ini juga memengaruhi persepsi terhadap keseriusan demokrasi. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk melihat dampak jangka panjangnya terhadap demokrasi di Jepang. Kata kunci: joke candidate, demokrasi, kampanye politik, kritik politik, pemilihan umum