Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal TAMBORA

ANALISIS KADAR RESIDU ANTIBIOTIK DALAM DAGING AYAM POTONG YANG BEREDAR DI KOTA MATARAM Yanti, Sahri
Jurnal TAMBORA Vol 1 No 2 (2016): EDISI 1
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.249 KB)

Abstract

Analisis kuantitatif residu antibiotik dalam daging ayam potong yang beredar di Kota Mataram telah dilakukan dari bulan September hingga Oktober 2011. Pengambilan sampel dilakukan secara acak di tiga lokasi Pasar, Supermarket HERO, KFC dan Kentuku. Analisis kimia yang dilakukan melibatkan proses ekstraksi, sentrifugasi dan pengukuran dengan HPLC. Pada proses ekstraksi, pelarut yang digunakan yaitu Mcilvaine EDTA yang mampu memisahkan antibiotik dalam daging. Analisis kualitatif dengan HPLC mengindikasikan keberadaan residu antibiotik Oksitetrasiklin dalam sampel daging ayam potong dari Kota Mataram. Kadar residu antibiotik Oksitetrasilin yang telah ditemukan lebih kecil dari batas maksimum 1 ppm yang ditetapkan FAO. Kadar residu antibiotik Oksitetrasiklin dalam sampel masing-masing lokasi yaitu Seganteng 0,353 ppm, Bertais 0,259 ppm, Sesela 0,190 ppm, Sweta 0,172 ppm, Hero 0,157 ppm, KFC 0,113 ppm dan Kentuku 0,092 ppm.
STUDI KUALITATIF DAN KUANTITATIF MINYAK GORENG YANG DIGUNAKAN OLEH PENJUAL GORENGAN DI KOTA SUMBAWA Ariani, Destri; Yanti, Sahri; Saputri, Dinar Suksmayu
Jurnal TAMBORA Vol 2 No 3 (2017): EDISI 5
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.032 KB)

Abstract

Minyak goreng merupakan salah satu bahan pokok yang digunakan oleh penjual gorengan sebagai media pengolahan gorengan. Akan tetapi, penggunaan minyak goreng secara berulang dapat mempengaruhi kualitas minyak goreng dan memberikan dampak negatif bagi tubuh apabila dikonsumsi dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan mutu minyak goreng dan kelayakan konsumsi gorengan di Kota Sumbawa berdasarkan analisis fisiko-kimia meliputi uji warna, uji organoleptik bau , uji kadar air, bilangan asam, bilangan peroksida, dan cemaran logam menggunakan alat Spektrofotometer Serapan Atom. Dari penelitian ini diperoleh hasil uji kualitas sampel minyak goreng untuk uji kadar air 0,1365-0,5156%, bilangan asam 0,482-3,444 mg KOH/gr, bilangan peroksida 6-30,8 mek O2/kg, cemaran logam Kadmium (Cd) 0,0001-0,0003 mg/kg dan cemaran logam Timbal (Pb) 0,0001-0,0011 mg/kg. Hasil penelitian terhadap 9 sampel yang diuji, menunjukkan bahwa semua sampel uji tidak memenuhi syarat mutu minyak goreng berdasarkan SNI 01-3741-2013, namun pada uji cemaran logam Kadmium (Cd) dan Timbal (Pb), semuanya berada dibawah maksimal cemaran logam.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN SERBUK EKSTRAK BELIMBING WULUH (Averrhoa blimbi L.) Yanti, Sahri; Suksmayu Saputri , Dinar
Jurnal TAMBORA Vol 3 No 2 (2019): EDISI 7
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.242 KB) | DOI: 10.36761/jt.v3i2.252

Abstract

Averrhoa Blimbi L. tersebar di seluruh Indonesia sebagai tanaman kebun rumah. Belum dikembangkan dan dikembangkan pemanfaatannya. Pemanfaatan Averrhoa Blimbi L. ini yang bisa dicoba adalah sebagai serbuk instan. Buah ini mengandung unsur kimia yang berfungsi sebagai antioksidan alami. Penelitian ini mencoba untuk menyelidiki variasi konsentrasi ekstrak Averrhoa Blimbi L. pada aktivitas antioksidan dengan menggunakan metode DPPH (1, 1-difenil-2-pikrilhidrazil) dan spektrofotometer UV-Vis. Berdasarkan hasil uji aktivitas antioksidan, ditemukan bahwa perlakuan yang berbeda menunjukkan aktivitas antioksidan yang berbeda. Pada konsentrasi Averrhoa Blimbi L .: gula, Y1 (1: 1) adalah -7,8%, Y2 (2: 1) adalah -3,4%, dan Y3 (4: 1) adalah 48,4%. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak ekstrak Averrhoa Blimbi L. ditambahkan, semakin tinggi aktivitas antioksidannya. Tes organoleptik dalam penelitian ini meliputi warna, aroma, tekstur, dan rasa. Perawatan yang paling disukai adalah Y3 (Averrhoa Blimbi L .: gula: = 4: 1). Tingkat skor penerimaan panelis pada parameter uji ditunjukkan sebagai berikut: warnanya 2,34 (kuning cerah), aromanya 2,45 (sedikit aroma asam), teksturnya 2,21 (halus), dan rasanya 2,15 (manis dan sedikit asam).
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KACANG HIJAU TERHADAP KARAKTERISTIK BOLU KUKUS BERBAHAN DASAR TEPUNG UBI KAYU (Manihot esculenta) Yanti, Sahri
Jurnal TAMBORA Vol 3 No 3 (2019): EDISI 8
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.759 KB) | DOI: 10.36761/jt.v3i3.388

Abstract

Bolu kukus merupkan salah satu kue yang cukup diemari oleh masyarakat. Bahan dasar pembuatannya adalah tepung terigu. Penggunaan tepung terigu yang berlebihan dapat mengganggu kesehatan berupa kerusakan usus halus, sehingga perlu dilakukan upaya substitusi dengan tepung lainnya seperti tepung ubi kayu dan tepung kacang hijau. Pemanfaatan ubi kayu sebagai bahan dasar bolu kukus merupakan alternatif menambah gizi. Namun ubi kayu rendah kandungan proteinya, sehingga perlu adanya penambahan sumber protein. Kacang hijau memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian tentang pengaruh penambahan tepung kacang hijau dalam bolu kukus berbahan dasar tepung ubi kayu. Hasil penelitian menunjukkan tepung ubi kayu mempengaruhi tingkat kesukaan terhadap warna dan rasa dari bolu kukus, sedangkan penambahan tepung kacang hijau berpengaruh terhadap warna, tekstur dan rasa namun tidak mempengaruhi aroma dari bolu kukus. Berdasarkan pengujian proksimat, kandungan kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan kadar karbohidrat yang terdapat pada bolu kukus tidak melebihi standar berdasarkan SNI kue basah, sedangkan kadar air dari bolu kukus melebihi standar yang dapat berpengaruh pada daya simpan bolu kukus.
ANALISIS EDIBLE FILM DARI TEPUNG JAGUNG PUTIH (Zea mays L.) TERMODIFIKASI GLISEROL DAN KARAGENEN Yanti, Sahri
Jurnal TAMBORA Vol. 4 No. 1 (2020): EDISI 9
Publisher : Wakil Rektor 3, Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat dan Publikasi, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1246.367 KB) | DOI: 10.36761/jt.v4i1.562

Abstract

Edible film berbahan dasar tebung jagung putih dimodifikasi dengan karagianan dan gliserol. Gel dari karagenan dapat meningkatkan kekuatan dan homogenitas suspensi edible film. Sementara gliserol dapat meningkatkan permeabilitas film, selain itu menjadikan film lebih halus dan tidak mudah retak. Tujuan penelitian antara lain mengetahui Kualitas edible film dari tepung jagung putih diketahui dengan cara: karakterisasi dan uji proksimat tepung jagung sebagai bahan baku, analisis sifat fisik dan mekanik edible film, optimasi konsentrasi optimal gliserol dan karagenan. Optimasi konsentrasi dilakukan dengan melakuakan variasi konsentrasi gliserol (5%, 10%, dan 15%) dan konsentrasi karagenan (1%, 2% dan 3%). Karaktistik dan kualitas tepung jagung putih dari Kabupaten Sumbawa menggunakan FTIR dan uji proksimat serta uji warna. Spektra IR menunjukkan bahwa tepung jagung Sumbawa tersusun dari gugus fungsi alkana, alkohol, keton/aldehid, hemiaketal dan hemiasetal yang merupakan gugus fungsi dari molekul karbohidrat. Sementara hasil uji proksimat menunjukkan bahwa tepung jagung Sumbawa memiliki kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, amilosa, amilopektin serta pati berurut – turut: 12,61%; 0,72%; 0,08% ;0,41% ;86,17% ;55,40%; 19,84% ;77,30%. Hasil uji warna tepung jagung menunjukkan bahwa tepung jagung tanpa perlakukan memiliki warna putih tulang dan gelap, sehingga dalam penggunaanya sebagai bahan edile film perlu dimodifikasi dengan cara perendaman dalam natrium metabisulfit kemudian difermentasi untuk mengurangi kadar asam fitat yang bersifat antinutrisi dalam tepung jagung. Sifat fisik dan mekanik dari edible film berbahan dasar tepung jagung putih diketahui menggunakan uji warna, kuat tarik dan persen pemanjangan film didukung oleh FTIR. Hasil FTIR menunjukkan pengaruh gliserol dan karagenan terlihat dari vibrasi ikatan O–H (3400-3300 cm-1), vibrasi ikatan CH2 (1465 ) overlap dengan vibrasi ikatan S–O, S?O pada karagenan, vibrasi ikatan C–O, C?O (1600 cm-1, 1200-1020 cm-1) yang terlihat pada spektra IR edibe film G5%K2%. Konsentrasi optimal gliserol dan karagenan dalam pembuatan edible film tepung jagung putih yakni: gliserol 5-10% dan karagenan 3% sebab memiliki elongasi dan kuat tarik optimum serta warna edible film yang cerah. Elongasi dan kuat tarik optimum berturut - turut : 40 – 43.33%; 2,4 – 3,6 N. Hasil uji warna sampel edible film dengan kandungan gliserol 5-10% dan karagenan 3% menunjukkan index keputihan 54-58.