Yesma Devinus
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik dan Work Life Balance terhadap KualitasĀ  Kerja Karyawan pada PT Nayaka Era Husada di Kota Jakarta Selatan Yesma Devinus; Abdul Rahman Safiih
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 02 (2026): APRIL - MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja fisik dan work life balance terhadap kualitas kerja karyawan pada PT Nayaka Era Husada di Kota Jakarta Selatan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan kualitas kerja karyawan yang belum optimal yang diduga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan kerja fisik dan keseimbangan kehidupan kerja karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT Nayaka Era Husada dengan jumlah sampel sebanyak (66) responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data meliputi uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linier sederhana dan berganda, koefisien korelasi, koefisien determinasi, serta uji hipotesis (uji t dan uji F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial lingkungan kerja fisik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas kerja karyawan dengan t hitung > t tabel yaitu sebesar 6,444 > 1,668 dan nilai signifikansi (0,000 < 0,050). Work life balance juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas kerja karyawan dengan nilai t hitung lebih besar dari t tabel (2,507 > 1,668) dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Secara simultan, lingkungan kerja fisik dan work life balance berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas kerja karyawan dengan nilai F hitung sebesar 23,916 lebih besar dari F tabel sebesar 3,143 (23,916 > 3,143) dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,432 menunjukkan bahwa variabel independen mampu menjelaskan variasi kualitas kerja karyawan sebesar 43,2%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. Dengan demikian, perusahaan diharapkan mampu meningkatkan kualitas lingkungan kerja fisik serta memperhatikan work life balance karyawan guna meningkatkan kualitas kerja secara optimal