Pulau Sarappo Lompo merupakan pulau kecil yang terletak di gugusan Kepulauan Spermonde, perairan Selat Makassar. Pulau ini berjarak sekitar 30 km dari sebelah selatan Makassar, sehingga dikategorikan sebagai pulau terluar yang berpenghuni. Dengan sistem kelistrikan berbasis PLTD, sarana dan prasarana pulau ini hanya ditopang durasi pasokan listrik selama 12 jam per hari. Di sisi lain Pulau Sarappo Lompo memiliki tingkat radiasi sinar matahari mencapai 6.830 kWh/m2/hari dan rata-rata dalam satu tahun sebesar 5.668 kWh/m2/hari berdasarkan Global Horizontal Irradiation (GHI). Dengan potensi sebesar itu menjadikan energi surya sebagai pilihan ideal untuk dijadikan sumber energi terbarukan, yang juga dapat dikombinasikan dengan media penyimpanan berupa baterai, sehingga dapat memenuhi kebutuhan kelistrikan di pulau tersebut, dengan terbentuknya sistem pembangkit listrik hybrid. Penelitian ini bertujuan mengetahui cara untuk menurunkan ketergantungan terhadap pengoperasian PLTD dengan memanfaatkan potensi energi terbarukan yang ada sehingga sistem kelistrikan eksisting menuju hybrid power system yang lebih efisien. Perangkat lunak Homer Pro dijadikan sebagai media simulasi guna menemukan model paling ideal untuk sistem pembangkitan listrik hybrid. Berdasarkan hasil simulasi, desain paling optimal terkait implementasi hybrid power system antara pembangkit eksisting satu-satunya (PLTD 1 dan PLTD 2) dengan potensi energi surya (PLTS), Baterai dan Converter di pulau Sarappo Lompo jika dilihat dari sisi keekonomiannya adalah Model A (PLTD 1 + PLTD 2 + PLTS + Baterai + Converter) dengan nilai NPC sebesar Rp18.511.390.000,00 dan LCOE sebesar Rp1.894,16/kWh. Sedangkan jika dilihat dari dampak emisi (CO2) pada Model A sebesar 32.533 kg/tahun. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi penerapan sistem pembangkitan hybrid di pulau-pulau kecil yang karakteristiknya mirip dengan pulau Sarappo Lompo.