This Author published in this journals
All Journal Jurnal Abdi Negeriku
Afner, Dendy Prakasa
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SELIDIK KEMASAMAN TANAH DAN REKOMENDASI KAPUR PADA LAHAN GAMBUT YANG DIKELOLA KELOMPOK TANI HUTAN DI KALIMANTAN BARAT Mahardika, Rabbirl Yarham; Azizu, Muhamad Noor; Afner, Dendy Prakasa; Adha, Apritama; Hadji, Trisna Al; Sari, Nur Inda; Ikhsan, Arman Nur
Jurnal Abdi Negeriku Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v5i1.84603

Abstract

Tanah gambut di Kalimantan Barat secara alami bersifat masam sehingga menjadi kendala utama dalam pengembangan pertanian lahan basah karena membatasi ketersediaan unsur hara dan menurunkan produktivitas tanaman. Di Desa Kuala Dua, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kelompok Tani Hutan Kuala Gambut Lestari mengelola lahan gambut dalam dengan ketebalan lebih dari 800 cm, namun masih menghadapi keterbatasan dalam pengukuran kemasaman tanah dan penentuan dosis kapur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkenalkan metode cepat dan murah untuk menilai pH tanah menggunakan kertas lakmus serta menyusun estimasi kebutuhan kapur yang mudah diterapkan di tingkat petani. Sebanyak 25 sampel tanah diambil dari lima sistem penggunaan lahan, yaitu kebun alpukat, agroforestri pinang-nanas, agroforestri pinang-kopi, lahan cabai, dan lahan bera. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai pH lakmus hanya terbaca sebagai bilangan bulat 3-5, sedangkan pH meter memberikan pembacaan desimal dengan rentang 3,07-4,86. Uji statistik memperlihatkan adanya perbedaan nyata antara kedua metode (p=0,0295), tetapi hubungan keduanya tetap kuat (r=0,899; R2=0,808) dengan galat absolut rata-rata 0,274 dan deviasi persentase rata-rata 6,94%, sehingga kertas lakmus tetap layak digunakan sebagai alat prediksi cepat di lapangan. Berdasarkan pendekatan regresi, kebutuhan kapur dihitung menggunakan target pH 5,5 dan faktor konservatif 5,5 ton ha-1 untuk setiap kenaikan 1 unit pH. Rata-rata kebutuhan kapur pada lokasi dampingan adalah 8,56 ton ha-1, dengan kebutuhan tertinggi pada lahan bera dan terendah pada lahan cabai. Kegiatan ini menunjukkan bahwa petani dapat memantau kemasaman tanah secara mandiri dengan alat sederhana dan menggunakan hasilnya untuk menyusun rekomendasi pengapuran yang lebih terarah.