Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pelengkungan Cabang dan Pemupukan Jeruk Keprok Borneo Prima pada Periode Transisi di Lahan Rawa Kabupaten Paser Kalimantan Timur Muhamad Noor Azizu; Roedhy Poerwanto; M. Rahmad Suhartanto; Ketty Suketi
Jurnal Hortikultura Vol 26, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Indonesian Center for Horticulture Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jhort.v26n1.2016.p81-88

Abstract

(Bending and Fertilization in Transition Period of Mandarin Citrus cv. Borneo Prima in Wetlands Paser Regency East Kalimantan)Jeruk keprok Borneo Prima (Citrus reticulata cv. Borneo Prima) merupakan komoditas lokal unggulan yang perlu dikembangkan sebagai upaya untuk mengurangi impor jeruk. Tanaman jeruk keprok Borneo Prima telah berumur 5 tahun, namun belum memasuki periode berbunga dan berbuah. Hal ini diduga karena kondisi lingkungan dan teknik budidaya yang belum sesuai. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendapatkan teknik pelengkungan cabang dan dosis pupuk kandang yang tepat jeruk keprok Borneo Prima pada periode transisi di lahan rawa. Penelitian dilaksanakan di kebun jeruk petani Desa Padang Pengrapat, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, di lahan rawa pada bulan Oktober 2013 sampai dengan Maret 2014, dengan rancangan acak kelompok faktorial dan tiga ulangan. Faktor pertama ialah pelengkungan cabang dengan dua taraf, yaitu tidak dilengkungkan dan dilengkungkan. Faktor kedua ialah dosis pupuk kandang dengan empat taraf, yaitu 0, 40, 60, dan 80 kg/tanaman. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pelengkungan cabang dapat menyebabkan tanaman jeruk keprok Borneo Prima yang berumur 5 tahun menjadi berbunga dan berbuah, sedangkan yang tidak dilengkungkan cabangnya tidak berbunga dan tidak berbuah. Selain itu pelengkungan cabang meningkatkan pertumbuhan vegetatif (jumlah tunas baru, total panjang tunas baru per pohon, dan total daun baru per pohon). Pemberian pupuk kandang sampai dengan 80 kg/tanaman pada periode transisi belum dapat meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan generatif (jumlah bunga per cabang dan jumlah buah per cabang) sampai dengan 90 hari setelah perlakuan. Tidak terdapat interaksi antara pemberian pupuk kandang dan pelengkungan cabang terhadap pertumbuhan vegetatif dan generatif. Bunga pertama muncul dari cabang atau tunas yang terletak di bagian dalam tajuk lalu diikuti tajuk yang terletak di luar. Untuk membungakan tanaman jeruk keprok Borneo Prima yang telah memasuki periode transisi atau pada periode transisi dapat dilakukan pelengkungan cabang.KeywordsJuvenil; Lahan rawa; Pupuk kandang; JerukAbstractMandarin citrus cv. Borneo Prima (Citrus reticulata cv. Borneo Prima) is superior local variety that needs to be developed in order to reduce citrus import. This citrus are 5 years old at wetlands in Paser East Kalimantan, but the citrus crop has not entered a fruitful period. This is allegedly due to environmental conditions and cultivation techniques are not appropriate. The purpose of this research was to find out the bending technology and best manure rate fertilization on transition period of mandarin citrus cv. Borneo Prima at wetlands.The experiment was conducted from October 2013 to March 2014 in the citrus farm orchard in Village of Padang Pengrapat, Tanah Grogot, Paser, East Kalimantan. The research used randomized block design with three replication. The first factor is bending (without bending and bending) and the second factor is manure rate (0, 40, 60, and 80 kg/plant). The results showed that bending can cause into flowering and fruiting mandarin citrus plant cv. Borneo Prima 5 year old, whereas that is without bending branches not flowering and not fruiting, in addition to the bending branches increase vegetative growth (number of new shoots, the total length of new shoots per plant, and total new leaves per plant). Manure up to 80 kg/plant in the period of transition has not been able to increase the vegetative and generative growth (number of flowers per branch and the number of fruits per branch) to 90 days after treatment.There is no interaction effect between bending and manure rate for vegetative and generative growth mandarin citrus cv. Borneo Prima. The first flowers appear from the branches or shoots located inside the canopy and canopy followed that outside located. Lend at interest mandarin citrus plant cv. Borneo Prima which has entered a transition period or in the period of transition can be done bending branches.
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN WAKTU PENYIANGAN PADA HASIL TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) Muhamad Noor Azizu
Media Agribisnis Vol 4 No 2 (2020): November
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v4i2.1170

Abstract

The presence of disturbing plants in the cultivation process of corn plants will respond to the corn crop yields. The presence of disturbing plants can cause competition in the photosynthesis process. In essence, weed control is to suppress the population. The purpose of this study was to examine the effects of tillage patterns and time of weeding on maize crop products and to obtain a combination of tillage patterns with appropriate weeding times for corn planting. The experiment was conducted from February to June 2020 at the Buton UMU Research Experimental Garden. Laboratory analysis was carried out in the integrated laboratory of the Faculty of Agriculture and Animal Husbandry of UMU Buton. The experiment was arranged in a split-plot design (RPT) with three replication. main plots were tillage system consists of three levels., (1) T1 = zero tillage; (2) T2 = minimal tillage; and (3) T3 = maximum tillage. Subplots were a time of weeding consists of four levels., (1) P1 = no weeding; (2) P2 = weeding 21 days after planting; (3) P3 = weeding 21 and 42 days after planting; and (4) P4 = weeding 21, 42 and 63 day after planting. The results showed that the appropriate combination of T1 and T4 treatment would produce better maize/plant weight and corn seed yields of 6.27 tonnes ha-1, whereas for T2 and T3 it did not require weeding time with yields respectively maize harvest was 5.84 tonnes ha-1 and 5.83 tonnes ha-1 Keywords: konservasi, gulma, jagung
Keanekaragaman Spesies Gulma pada Beberapa Vegetasi yang Terdapat di Kota Baubau Muhamad Noor Azizu; Azelia Monica Azizu
Media Agribisnis Vol 5 No 1 (2021): Mei
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v5i1.1423

Abstract

Keberadaan gulma selalu menjadi tanaman yang sangat menggangu dan merugikan bagi tanaman utama. Keberadaan gulma saat ini telah beragam dari berdaun lebar maupun berdaun sempit. Teknik pengendalian gulma dituntut agar lebih efektif dan efisien agar tdk berdampak pada lingkungan. Sehingga perlu mengetahui keragaman spesies gulma khususnya dikota Baubau untuk dapat menentukan metode pengendalian yang efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi jenis gulma dan menetapkan jenis dominansi gulma yang berada pada vegetasi yang telah ditentukan dan untuk mengetahui tingkat kesamaan atau perbedaan antar dua vegetasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengambilan sampling yang dilakukan sebanyak 4 kali ulangan. Tanaman yang akan akan di analisis vegetasinya adalah tanaman budidaya pertanian (Jagung dan Singkong), tanaman kehutanan (Jati dan Acacia mangiun) dan tanaman kopi. Hasil dari penelitian ini bahwa dominansi gulma yang muncul pada vegetasi di Kota Baubau pada tanaman jagung, singkong, jati, Acacia mangiun dan tanaman kopi adalah gulma Asystasia gangetica ssp. Micrantha. Nilai SDR gulma ini dapat mencapai 50%. Terdapat tingkat keragaman dari masing-amasing vegetasi yang ada di Kota Baubau, yang dicirikan hanya satu gulma yang dominan muncul.
Induksi Pembungaan Jeruk Keprok Siompu dengan Ketinggian Strangulasi yang Berbeda di Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara Muhamad Noor Azizu; Peliyarni Peliyarni
Media Agribisnis Vol 5 No 2 (2021): November
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v5i2.1610

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menyelesaikan pemasalahan tanaman jeruk keprok Siompu yang telah berumur 5 tahun, namun belum memasuki waktu berbuah dan untuk mendapatkan teknik strangulasi yang tepat bagi tanaman jeruk pada periode transisi. Penelitian dilaksanakan dikebun jeruk milik petani Desa Lasembangi Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara pada bulan Januari sampai Desember 2021. Rancangan percobaan yang diterapkan pada penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK), terdiri dari 5 perlakuan dan masing-masing perlakuan terdiri dari 3 tanaman dan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 45 satuan percobaan. Rancangan penelitian dengan perlakuan apliaksi strangulasi pada ketinggian yang berbeda. Perlakuan adalah S1 = 20 cm dari dasar tanah, S2 = 30 cm dari dasar tanah, S3 = 40 cm dari dasar tanah, S4 = 50 cm dari dasar tanah, dan S5= 60 cm dari dasar tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strangulasi dapat membungakan tanaman jeruk Keprok Siompu yang telah berumur 5 tahaun. Ketinggian strangulasi 60 cm dapat lebih cepat menginduksi pembunggaan tanaman jeruk Keprok Siompu. Jumlah bunga dan buah yang dihasilkan dari perlakuan strangulasi pada ketinggian 60 cm lebih tinggi.
Analisisi Pendapatan Dan Nilai Tambah Usaha Ayami Ras Pedaging (Studii Kasus : UD. Alhamdulillah) Ikrar Mohammad Saleh; Amrullah Amrullah; Muhammad Darwis; Putra Astaman; Muhamad Noor Azizu
Media Agribisnis Vol 5 No 2 (2021): November
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v5i2.1658

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis biaya, penerimaan, ipendapatan, efisiensiiusaha, dan nilai tambah pada lembaga ayam rasi pedaging di UD. Alhamdulillah pasari Daya Kota Makassar. Analisa data menggunakan statistik deskriptif yaitu analisisi pendapatan dani nilai tambah metodei hayami. Hasil menunjukkan terdapat tiga lembaga pemasaran yaitu UD. Alhamdulillah, Pedagang Pengecer Pemotong, dan Pedagang Pengecer. Pendapatan masing-masing lembaga pemasaran adalah UD. Alhamdulillah Rp. 99.980.472/periode, Pedagang Pemotong Pengecer Rp. 241.652.306/periode, dan Pedagang Pengecer Rp. 99.007.956/periode. Nilai tambah yang diperoleh tiap lembaga pemasaran di UD. Alhamdulillah antara lain; lembaga yang memiliki nilai tambah tertinggi adalah Pedagang pengecer Rp. 16.681,00/ekor (tingkat keuntungan 55,94%). Sedangkan Lembaga pemasaran yang memperoleh keuntungan tertinggi adalah UD. Alhamdulillah Rp. 13.165,46/ekor (tingkat keuntungan 78,36%).
ANALISIS FINANSIAL IKAN TERI ASAP DI DESA BONEATIRO KECAMATAN KAPUNTORI KABUPATEN BUTON Azelia Monica Azizu; Muhamad Noor Azizu
Tarjih : Agribusiness Development Journal Vol. 2 No. 01 (2022): VOLUME 2, NOMOR 01, JUNI 2022
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/tadj.v2i01.427

Abstract

Usaha pengolahan ikan asap merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan finansial dari penjualan ikan asap melalui pengolahan yang tepat, sehingga kesejahteraan para petani ikan dapat meningkat yang didukun dengan melimpahnya sumber daya alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis finansial dari pengelolahan ikan asap di Boneatiro, apakah masuk dalam kriteria kelayakan usaha secara kontinitas. Analisis data yang digunakan untuk mengidentifikasi kelayakan usaha antara lain besarnya biaya, penerimaan, pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C ratio), Break Even Point (BEP) produk dan harga. Usaha pengolahan ikan asap di Desa Boneatiro Kecamatan Kapuntori menguntungkan dan layak dijalankan. Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa usaha pengeringan ikan asin ini memiliki nilai keuntungan yang tinggi. Untuk selanjutnya, keuntungan dapat lebih ditingkatkan dengan menambah jumlah produk yang diproduksi dan langsung menjual ke pedagang pengecer tanpa melalui tengkulak atau pengepul. Adanya perencanaan pengembangan yang menggunakan teknik pengemasan, berupa kemasan plastik maka nilai dari R/C Ratio menjadi sebesar 1,25 jika nilai R/C Ratio > 1 maka usaha pengeringan ikan asin dikatakan menguntungkan.
Kombinasi Teknologi Pelengkungan Cabang Dengan Ketinggian Strangulasi Untuk Mempercepat Pembungaan Jeruk Keprok Siompu di Kota Baubau Muhamad Noor Azizu; Peliyarni Peliyarni
Media Agribisnis Vol 6 No 2 (2022): November
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v6i2.2692

Abstract

Permintaan buah jeruk semakin meningkat akibat peningkatan jumlah penduduk, pendapatan dan kesadaran masyarakat akan nilai gizi. Peningkatan konsumsi akibat dari peningkatan jumlah konsumen belum diimbangi dengan peningkatan produksi. Indonesia mempunyai beberapa varietas jeruk keprok unggulan yang sedang dikembangkan. Pengembangan ini dilakukan didataran tinggi dan rendah. Salah satu varietas jeruk keprok yang saat ini lagi dikembangkan didataran rendah adalah jeuk keprok Siompu. Jeruk keprok Siompu merupakan jeruk keprok dataran rendah. Kota Baubau saat ini menjadi daerah pengembangan jeruk keprok yang telah menjadi plasma nufta. Luas pengembangan jeruk keprok Siompu di kota Baubau diperkirakan 250 ha. Namun tuntutan petani untuk mempercepat pembungaan dan mengatur pembungaan jeruk keprok menjadi tantangan saat ini. Selain itu, tuntutan konsumen yang menginginkan jeruk keprok Siompu yang tersedia sepanjang tahun. Sehingga diperlukan penelitian yang tepat untuk meginduksi bunga jeruk keprok Siompu yang dapat digunakan diluar musimnya. Pada penelitian sebelumnya peneliti telah melakukan percobaan penelitian induksi pembungaan jeruk keprok Siompu menggunakan teknik strangulasi pada ketinggian yang berbedaa, dan hasilnya pada ketinggian 60 cm dari permukaan tanah mampu mempercepat induksi pembungaan 1 bulan dari perlakukan lainnya. Namun dari hasil penelitian tersebut masih perlu disempurnakan, sehingga dibutuhkan kombinasi teknolgi induksi pembungaan yaitu pelengkungan cabang. Pelengkungan cabang akan menghambat laju fotosintat didaerah tajuk, sedangkan strangulasi akan menghambat laju fotosintat didaerah batang. Hambatan yang terjadi didaerah tajuk dan batang akan mempercepat induksi pembungaan. Karena fotosintat akan cepat terhambat, sehingga memacu munculnya bunga jeruk. Oleh karena itu perlu adanya penelitian untuk menganalisis penggabungan antara teknologi pelengkumgan cabang dengan strangulasi pada jeruk keprok Siompu. Penelitian dilaksanakan dikebun jeruk milik petani Kota Baubau Sulawesi Tenggara pada bulan Januari sampai Desember 2022. Analisis kandungan karbohidrat dan nitrogen pada daun dilakukan di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Muslim Buton. Rancangan percobaan yang diterapkan pada penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK), terdiri dari 5 perlakuan dan masing-masing perlakuan terdiri dari 3 tanaman dan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 45 satuan percobaan. Rancangan penelitian dengan perlakuan apliaksi pelengkungan cabang pada ketinggian yang berbeda. Perlakuan adalah S1= kontrol, S2= dilengkungkan+strangulasi ketinggian 30 cm dari dasar tanah, S3= dilengkungkan+strangulasi 40 cm dari dasar tanah, S4= dilengkungkan+strangulasi 50 cm dari dasar tanah, dan S5= dilengkungkan+ 60 cm dari dasar tanah.
DIVERSIFIKASI OLAHAN JAGUNG SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN NILAI TAMBAH DI DESA WADIABERO Muhamad noor azizu; Peliyarni; Wulan Riski Yanti
Jurnal Visi Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Visi Pengabdian Kepada Masyarakat : Edisi Agustus 2023
Publisher : LPPM Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51622/pengabdian.v4i2.1363

Abstract

One of the abundant agricultural products in Wadiabero Village is corn. However, the utilization of corn agricultural products has not been maximized, and people tend to directly sell the corn to make ends meet. The objectives of this training are: 1. to provide solutions to partners on how to take advantage of the abundant sweet corn harvest in the Wadiabero Village area to be processed into nutritious and marketable food products using simple technology. 2. Increasing knowledge and skills as well as entrepreneurial opportunities for farmer mothers in processing diversified sweet corn processed products in the form of puddings and tray cakes, in order to increase family income. The result of the activity is an increase in community knowledge and skills in corn processing and the creation of processed products such as corn balls, kaagung mutara and corn hawaiian ice. It is hoped that this product will have the potential to become a household-scale small industrial business as a diversification of processed corn and provide motivation for the creation of the latest processed corn. Keywords: Wadiabero; processed; Businessman
Pengendalian Hama Kutu Putih (Pseudoccus) Tanaman Ubi Kayu (Manihot Esculenta Crantz) Menggunakan Brotowali dan Ekstrak Serai Wangi Azizu, Muhamad Noor; Aliyaman, Aliyaman; Tabia, La Aman; Peliyarni, Peliyarni; Wa Rostia
Media Agribisnis Vol. 7 No. 2 (2023): November
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/agribisnis.v7i2.5103

Abstract

OPT penting pada tanaman ubi kayu ialah kutu putih. serangan hama kutu putih dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti, ketinggian tempat, suhu, kelembapan, iklim dan varietas atau klon tanaman. Kutu putih ini lebih suka hidup pada tempat-tempat dengan ketinggian di bawah 200 m dpl. Pengaruh varietas atau klon ubi kayu terhadap serangan kutu putih dilaporkan. Varietas atau klon ubikayu mempengaruhi tingkat serangan P. manihoti karena perbedaan kandungan senyawa sekunder seperti sianida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pestisida organik brotowali ekstrak serai wangi terhadap pengendalian hama kutu putih tanaman ubi kayu di Desa Tira, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai November 2023 di Desa Tira, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan. Analisis pengecekan identifikasi hama menggunakan laboratorium Terpadu Fakultas Pertaniandan Peternakan Universitas Muslim Buton. Hasil dari penelitian bahwa pemberian pestisida organik brotowali ekstrak serai wangi mampu mengendalikan hama kutu putih tanaman ubi kayu. Dosis pestisida yang diberikan untuk mengendalikan hama kutu putih adalah 50 ml sehingga dapat menurunkan intensitas serangan hama kutu putih sebesar 73,66%.
Integration of Digital Finance, Contract Farming, and Supply Chain Finance: Empirical Evidence from Smallholder Oil Palm Farmers in West Kalimantan Denashurya, Nugra Irianta; Azizu, Muhamad Noor
Tarjih : Agribusiness Development Journal Vol. 5 No. 2 (2025): VOLUME 05, NOMOR 02, DESEMBER 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sinjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/tadj.v5i2.1039

Abstract

The agricultural sector in Indonesia, particularly the oil palm industry, faces persistent challenges in improving smallholder welfare, stabilizing income, and ensuring financial inclusion. Smallholder oil palm farmers in West Kalimantan often experience limited access to formal financial services, price volatility, and cash flow instability due to weak market linkages and dependence on middlemen. This study aims to analyze the relationship between the adoption of digital financial services, contract farming arrangements, and access to supply chain financing among smallholder oil palm farmers in West Kalimantan. Using a mixed-method approach, quantitative data were obtained from 210 smallholder farmers through structured questionnaires, while qualitative insights were gathered through in-depth interviews with key stakeholders, including cooperatives, off-takers, and financial institutions. The results show that the implementation of digital financial technology (fintech) significantly increases farmers’ access to supply chain financing through improved financial literacy, transaction transparency, and digital credit scoring mechanisms. Furthermore, contract farming serves as an effective intermediary that strengthens the trust between farmers and financial institutions, thereby reducing financing risks. The integration of these three instruments, digital finance, contract farming, and supply chain finance, creates a synergistic model that supports sustainable palm oil production, enhances smallholders’ income stability, and reduces transaction inefficiencies across the value chain. This research provides new empirical evidence on the importance of integrated digital financial ecosystems in supporting the resilience and competitiveness of smallholder farmers. Policy recommendations include the need for stronger institutional collaboration, digital infrastructure development, and the establishment of inclusive financial platforms tailored to smallholder characteristics.