Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kejadian Dismenorea pada Remaja Putri di SMA Negeri 8 Denpasar Sari, Nyoman Ayu Nia Sanda; Darmapatni, Made Widhi Gunapria; Erawati, Ni Luh Putu Sri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8486

Abstract

Dismenorea merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya indeks massa tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan kejadian dismenorea pada remaja putri di Sekolah Menengah Atas Negeri 8 Denpasar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga April dengan menggunakan desain analitik korelasi dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 71 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, yang dipilih menggunakan teknik proportional simple random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi timbangan berat badan, alat pengukur tinggi badan, serta lembar pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 25 responden (35,2%) memiliki IMT kategori kurus, dan 26 responden (36,6%) mengalami dismenorea. Analisis statistik menggunakan uji Rank Spearman Rho menunjukkan nilai p = 0,026 dan koefisien korelasi r = 0,260 (α = 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan namun lemah antara IMT dan kejadian dismenorea. Hasil ini mengindikasikan bahwa baik IMT rendah maupun tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya dismenorea, meskipun hubungan yang ditemukan tergolong lemah dan dipengaruhi oleh faktor lain seperti aktivitas fisik, tingkat stres, dan riwayat keluarga. Kesimpulannya, terdapat hubungan antara IMT dan kejadian dismenorea pada remaja putri. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi mengenai pencegahan dan penanganan dismenorea, serta pentingnya menjaga IMT yang sehat untuk mengurangi risiko terjadinya dismenorea.