Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Determinasi Ketimpangan Partisipasi Tenaga Kerja Perempuan di Indonesia Sabrina , Eka Puri; Zakkiyah, Yunia Nelly; Islam, Fajrina Syafinatul; Sari, Rafika Meilia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan ketimpangan partisipasi tenaga kerja perempuan di Indonesia dengan menekankan keterkaitan antara faktor ekonomi, sosial, dan budaya. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang umumnya hanya bersifat deskriptif dan membahas faktor tertentu secara terpisah, penelitian ini berupaya mengisi kesenjangan kajian melalui pendekatan yang lebih komprehensif dengan mengintegrasikan berbagai faktor penyebab dalam satu kerangka analisis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis tematik berbasis studi literatur. Data penelitian diperoleh dari sumber sekunder seperti publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), jurnal ilmiah, buku, serta berbagai sumber relevan lainnya yang berkaitan dengan isu ketenagakerjaan perempuan di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya partisipasi tenaga kerja perempuan tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling berkaitan. Budaya patriarki masih membentuk konstruksi peran gender yang menempatkan perempuan pada tanggung jawab domestik, sehingga memunculkan beban ganda antara pekerjaan rumah tangga dan pekerjaan di sektor publik. Kondisi tersebut kemudian diperkuat oleh keterbatasan akses perempuan terhadap pendidikan, teknologi, dan peluang pengembangan keterampilan, serta adanya diskriminasi struktural di dunia kerja seperti ketimpangan upah dan terbatasnya kesempatan karier. Temuan ini menegaskan bahwa ketimpangan partisipasi tenaga kerja perempuan bersifat multidimensional, sehingga diperlukan kebijakan yang tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga mendorong perubahan struktur sosial dan budaya guna meningkatkan partisipasi perempuan secara berkelanjutan.