Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Potensi Likuifaksi dan Strategi Mitigasi Menggunakan Metode Rigid Inclusion Melalui Pendekatan Elemen Hingga Nafilah, Neila; Ristianti, Ristianti; Fitriyana, Lisa; Rochim, Abdul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8843

Abstract

Indonesia merupakan wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap gempa bumi karena letaknya di pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yaitu Lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Salah satu dampak dari gempa bumi adalah likuifaksi, yaitu fenomena di mana tanah kehilangan kekuatan geser akibat meningkatnya tekanan air pori akibat beban siklik, sehingga tanah yang semula solid berubah menjadi cair. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis nilai Safety Factor dan penurunan tanah sebelum dan sesudah perkuatan Rigid Inclusion pada Sirkuit Mandalika. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan numerik dengan metode elemen hingga (Finite Element Method/FEM) menggunakan Software Plaxis 2D V24 untuk memodelkan potensi likuifaksi serta mengevaluasi efektivitas mitigasi menggunakan Rigid Inclusion di area Sirkuit Mandalika. Pemodelan dilakukan dengan variasi diameter, jarak, dan ketebalan Load Transfer Platform (LTP), untuk memperoleh analisis yang lebih mendalam dan representatif terhadap perilaku tanah dan struktur. Untuk diameter yang digunakan sebesar 0,42 m; untuk jarak yang digunakan yaitu 2,5 m, 2 m, dan 1,26 m; sedangkan untuk tebal LTP yaitu 1,5 m, 1,2 m, dan 0,7 m. Percepatan gempa yang digunakan yaitu 0,5 g dengan durasi waktu 5 sekon. Berdasarkan analisis menggunakan Plaxis 2D V24, tanah asli di Sirkuit Mandalika memiliki nilai Safety Factor (SF) < 1 sehingga berpotensi likuifaksi, sedangkan perkuatan Rigid Inclusion terbukti meningkatkan SF dan menurunkan settlement, dengan Pemodelan 1 sebagai variasi paling optimal dan efektif secara teknis.