Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengendalian Kualitas Machining Pada Produk Intake Manifold Menggunakan Metode Six Sigma di PT XYZ Tambunan, Azhari; Putra, Fibi Eko; Ardiatma, Dodit
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8848

Abstract

Studi ini dimaksudkan guna mengkaji dan memperbaiki kualitas proses manufaktur machining untuk produk intake manifold di PT XYZ melalui penerapan Six Sigma dengan kerangka DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Kendala primer yang dialami perusahaan merupakan tingginya kadar cacat barang pada tahap machining yang mengakibatkan eskalasi biaya produksi, rework, serta penurunan efektivitas proses manufaktur. Studi ini memanfaatkan data riwayat produksi span April–Agustus 2025 yang didapatkan dari unit pengendalian mutu dan produksi. Fase define dilaksanakan untuk mendeteksi jenis cacat utama yang berdampak pada kualitas barang. Di fase measure, tercatat defect ratio mencapai 2,54%, nilai Defects Per Million Opportunities (DPMO) 4.244, dan tingkat sigma 4,21 sigma. Kemudian, fase analyze menerapkan fishbone diagram dan why-why analyst guna menelusuri penyebab mendasar cacat dari elemen manusia, mesin, prosedur, bahan baku, dan kondisi kerja. Fase improve direalisasikan melalui rekomendasi perbaikan seperti penyeragaman SOP operasional, pengenalan pemeliharaan preventif mesin, pemantauan masa pakai alat, penguatan kontrol proses produksi, dan pelatihan pekerja. Fase control diterapkan untuk menjamin kelanjutan dan konsistensi rekomendasi perbaikan. Dampak penerapan rekomendasi perbaikan mencatat penurunan defect ratio menjadi 1,97% serta kenaikan tingkat sigma ke 4,45 sigma. Oleh karena itu, pendekatan Six Sigma DMAIC secara empiris terbukti ampuh dalam mengoptimalkan kualitas proses machining dan mereduksi kadar cacat produk secara substansial.