Gita Natasya Angelica
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Korelasi Skor Binge Eating Scale (BES) dan Kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) pada Perempuan Obesitas di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Gita Natasya Angelica; Rusdiana; Fitri, Fasihah Irfani; Rohmawati, Lili
Plexus Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v5i2.3046

Abstract

Pendahuluan: Obesitas merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dan erat kaitannya dengan gangguan metabolik, termasuk hiperglikemia. Perilaku binge eating (BE) memiliki kontribusi terhadap peningkatan asupan kalori berlebih yang dapat memicu kenaikan kadar glukosa darah. Binge Eating Scale (BES) digunakan untuk menilai tingkat keparahan BE, sedangkan kadar gula darah sewaktu (GDS) digunakan untuk menilai regulasi glukosa tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik responden, skor BES, kadar GDS, mengidentifikasi serta menganalisis arah dan kekuatan hubungan antara skor BES dan kadar GDS pada perempuan obesitas di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik korelasional dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability purposive sampling. Sampel yang diperoleh terdiri dari 58 orang perempuan obesitas di FK USU angkatan 2022 sampai 2025. Data primer yang dikumpulkan mencakup tinggi badan, berat badan, kadar GDS, dan skor BES. Analisis korelasi Spearman digunakan untuk menilai hubungan antara kedua variabel. Hasil: Sebagian besar responden berada pada kategori BE minimal hingga sedang, dengan proporsi lebih kecil yang menunjukkan BE berat. Keseluruhan kadar GDS responden berada dalam rentang normal (GDS <200 mg/dL). Uji korelasi Spearman menunjukkan hubungan lemah dan tidak signifikan antara skor BES dan kadar GDS (p>0.05; r=-0.057). Hal ini berarti H0 diterima dan H1 ditolak. Kesimpulan: Tidak ditemukan hubungan bermakna antara skor BES dan kadar GDS pada perempuan obesitas dalam penelitian ini. Meskipun demikian, tingginya prevalensi perilaku BE serta risiko gangguan metabolik pada kelompok obesitas menunjukkan perlunya edukasi terkait pola makan sehat dan deteksi dini risiko diabetes pada populasi berisiko.