Kasihta Santana Saragih
Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas X SMK Swasta 1 Tamansiswa Pematangsiantar Sabar Dumayanti Sihombing; Kasihta Santana Saragih; Rosanti Samosir; Claudia Febrianti Sianturi; Nurul Aini; Monica Kristin Siburian; Allfareadi Tampubolon; Wina Ekayanti Sinaga
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v11i1.4676

Abstract

Stagnasi keterlibatan siswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di jenjang vokasi kerap mereduksi esensi mata pelajaran ini menjadi sekadar transfer pengetahuan tekstual, sehingga aspek daya kritis dan kolaborasi sosial kurang terfasilitasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest–posttest yang diterapkan pada siswa kelas X SMK Swasta 1 Tamansiswa Pematangsiantar. Intervensi pembelajaran difokuskan pada transformasi peran siswa dari pendengar pasif menjadi investigator aktif melalui kegiatan penelusuran masalah, diskusi kelompok, dan sintesis temuan secara kolektif. Hasil analisis menunjukkan adanya pergeseran capaian akademik yang bermakna setelah intervensi, dengan peningkatan hasil belajar yang berlangsung secara konsisten pada seluruh subjek penelitian dan berada pada kategori efektivitas sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi investigasi terstruktur dalam pembelajaran kooperatif berpotensi memperkuat kualitas pembelajaran PKn di lingkungan vokasi, meskipun interpretasi hasil tetap dibatasi oleh penggunaan desain penelitian tanpa kelompok pembanding.
Internalisasi Nilai Pancasila melalui Pendidikan Kewarganegaraan: Pembentukan Kepemimpinan Siswa SMA N 1 Siantar Anita Sitanggang; Elisabet Sesilia Purba; Ariel Jonivedi Silalahi; Bella Sonia Sianturi; Kasihta Santana Saragih
Young Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 2 No. 1 (2026): Young Journal of Social Sciences and Humanities
Publisher : Yayasan Bayt Shufiya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66867/yjssh.v2i1.260

Abstract

This research examines the process of internalizing Pancasila values through Civics Education (PKn) as an instrument for cultivating students' leadership habitus at SMA Negeri 1 Siantar. The primary focus of this study is to explore how ideological values are transformed into daily behavior through pedagogical structures and school policies. Employing a descriptive-analytical qualitative approach, data were gathered through participatory observation, in-depth interviews with the principal, teachers, and students, as well as documentation studies. Data analysis was conducted circularly to capture the underlying meanings within instructional and organizational practices. The research findings indicate that the internalization of Pancasila values at this school transcends mere cognitive transmission; rather, it is achieved through the implementation of deep learning strategies in Civics Education, which are integrated into the practical actions of the Kurikulum Merdeka (Independent Curriculum). This process is reinforced by the principal's transformative leadership, which creates an ecosystem of value discipline through routine flag ceremonies and extracurricular activities (Paskibra, Scouts, Rohis, and KSK). These activities are proven to construct norms of mutual cooperation (gotong royong) and tolerance as a collective identity for the students. This study concludes that the formation of a Pancasila-based leadership habitus is highly dependent on the consistency between exemplary school leadership and the availability of spaces for students' self-actualization in negotiating diversity.