Nasywa Qorriayna La’aly
Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan modul Pramuka kolaboratif menggunakan pendekatan deep learning untuk siaga dan penggalang MI Sholbiyah Kanor Bojonegoro Midya Yuli Amreta; Firda Zakiyatur Rofi’ah; Nurul Afidah; Rafi Ajrul Baha’ Udin; Nasywa Qorriayna La’aly; Zachroturrimaya
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v9i1.29789

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan Modul Pramuka Kolaboratif dengan Pendekatan Deep Learning untuk Siaga dan Penggalang MI Sholbiyah Kanor Bojonegoro yang layak digunakan. Metode Penelitian ini adalah Research And Development (R&D) dengan model 4D. Alur dari desain model 4D antara lain Define, Design, Develop, dan Desseminase. Penelitian pengembangan ini di dilakukan validasi kepada 3 validator yaitu validator materi produk, bahasa produk, dan desain produk. Hasil dari validasi materi adalah rata-rata 4,7 dan mendapatkan skor 91% dengan kesimpulan layak digunakan, hasil dari validasi bahasa adalah rata-rata 4,6 dan mendapatkan skor 87% dengan kesimpulan layak digunakan, dan hasil dari validasi materi adalah rata-rata 4,7 dan mendapatkan skor 90% dengan kesimpulan layak digunakan. Dari data di atas dapat diketahuai bahwa hasil pretest dari ujicoba 1 ratarata adalah 63,75 kemudian pada ujicoba 2 adalah 64,75. Dilanjutkan hasil postest dari ujicoba 1 yaitu 91,33 dan ujicoba 2 yaitu 92,58. N-Gain ujicoba 1 yaitu mendapatkan score 0,79 yang artinya tinggi dan mendapatkan perolehan tafsiran efektifitas N-Gain 79,38 % yang artinya efektif. Kemudian siswa mengisi angket respon siswa, dan memperoleh hasil presentasi 86 % kategori sangat puas. Sehingga dapat disimpulkan Modul Pramuka Kolaboratif dengan Pendekatan Deep Learning untuk Siaga dan Penggalang MI Sholbiyah Kanor Bojonegoro yang dikembangkan layak digunakan dan efektif dalam pembelajaran Pramuka. Urgensi penelitian ini adalah perlunya pembelajaran ekstrakurikuler pramuka dengan pendekatan deep learning untuk siaga dan penggalang di Madrasah Ibtidaiyah Sholbiyah Kanor Bojonegoro. Kegiatan yang harus diterapkan dalam pelaksanaan pembelajaran adalah pembelajaran pramuka kolaboratif untuk mengamati dan menyelesaikan masalah sekitar dengan kolaborasi aktif secara langsung menggunakan pemikiran mendalam. Kegiatan kolaboratif dalam pembelajaran pramuka. Kebaruan penelitian ini terletak pada pembelajaran pramuka pelaksanaan di terapkan dengan kolaboratif peserta didik dengan  pendekatan pembelajaran deep learning yang memuat 3 dimensi yaitu Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyfull Learning. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan Modul Pramuka Kolaboratif dengan Pendekatan Deep Learning untuk Siaga dan Penggalang MI Sholbiyah Kanor Bojonegoro yang layak digunakan. Metode Penelitian ini adalah Research And Development (R&D) dengan model 4D. Alur dari desain model 4D antara lain Define, Design, Develop, dan Desseminase. Penelitian pengembangan ini di dilakukan validasi kepada 3 validator yaitu validator materi produk, validator bahasa produk, dan validator desain produk.  Hasil dari validasi materi adalah rata-rata 4,7 dan mendapatkan skor 91% dengan kesimpulan layak digunakan, hasil dari validasi bahasa adalah rata-rata 4,6 dan mendapatkan skor 87% dengan kesimpulan layak digunakan, dan asil dari validasi materi adalah rata-rata 4,7 dan mendapatkan skor 90% dengan kesimpulan layak digunakan. Dari data di atas dapat diketahuai bahwa hasil pretest dari ujicoba 1 rata-rata adalah 63,75 kemudian pada ujicoba 2 adalah 64,75. Dilanjutkan hasil postest dari ujicoba 1 yaitu 91,33 dan ujicoba 2 yaitu 92,58. Setelah melaksanakan prestest dan postest pada tahap ujicoba, peneliti menghitung nilai N-Gain Score yaitu N-Gain ujicoba 1 yaitu mendapatkan score 0,79 yang artinya tinggi dan mendapatkan perolehan tafsiran efektifitas N-Gain 79,38 % yang artinya efektif. Kemudian siswa mengisi angket respon siswa, dan memperoleh hasil presentasi 86 % kategori sangat puas. Sehingga dapat disimpulkan Modul Pramuka Kolaboratif dengan Pendekatan Deep Learning untuk Siaga dan Penggalang MI Sholbiyah Kanor Bojonegoro yang dikembangkan layak digunakan dan efektif dalam pembelajaran Pramuka.
Implementasi Pendidikan Inklusi melalui Pembelajaran Berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah Umniyah Labibatul Asna; Nasywa Qorriayna La’aly; Putri Aualia Reviana; Halimatu Lutfiyah; Dewi Niswatul Fitriyah
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i1.1874

Abstract

Implementasi pendidikan inklusi melalui pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah masih menghadapi berbagai permasalahan, terutama terkait kesiapan sumber daya manusia, sistem pendukung, serta pemahaman pendidik terhadap karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus, sehingga pelaksanaannya belum berjalan optimal sesuai standar yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan inklusi melalui pembelajaran berdiferensiasi, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta merumuskan solusi atas hambatan yang dihadapi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan inklusi melalui pembelajaran berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah belum sepenuhnya sesuai dengan pedoman Standar Nasional Pendidikan, meskipun penerapannya memberikan dampak positif terhadap partisipasi dan capaian belajar peserta didik berkebutuhan khusus. Faktor pendukung utama adalah komitmen sumber daya manusia, sedangkan faktor penghambat meliputi kurangnya keterbukaan orang tua, lemahnya administrasi pendidikan, keterbatasan guru pembimbing khusus, minimnya sarana dan prasarana, serta rendahnya pemahaman pendidik terhadap pendidikan inklusi, sehingga solusi yang dilakukan mencakup sosialisasi kepada orang tua, pelatihan administrasi dan kompetensi guru, perekrutan guru pembimbing khusus, serta penentuan skala prioritas pemenuhan sarana dan prasarana.