Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengetahuan Dan Sikap Personal Hygiene Ketika Menstruasi Pada Siswi Sekolah Menengah Kejuruan Bala Keselamatan Palu Imelda Kantohe; Suwarty Nursahara Usman Putra; Fitri Arni Rasyidi; Saiful Ambodalle
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 12 : Januari (2026): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), an estimated 15 out of 20 female students will experience menstruation and vaginal discharge annually by 2025. This is based on a preliminary survey conducted in June 2025 at the Salvation Army Vocational High School in Palu. The study only involved 30 female students aged 15-18. Of the total, three students interviewed reported prolonged menstrual use, genital itching, menstrual pain, vaginal discharge, and irregular menstrual cycles. The purpose of this study was to determine the knowledge and attitudes regarding personal hygiene during menstruation among female students at the Salvation Army Vocational High School in Palu. This study employed a descriptive approach. The variables were students' knowledge and attitudes. Both primary and secondary data were used. The population was 30 female students at the Salvation Army Vocational High School in Palu. The sample size was the total population of 30. The results of this study indicate that of the 30 respondents, the highest knowledge was in the sufficient category (14 respondents (46.7%), poor (11 respondents (36.7%), and good (5 respondents (16.7%). Meanwhile, attitudes were poor (14 respondents (46.7%), and attitudes were adequate (16 respondents (53.3%). The conclusion of this study is that the knowledge and attitudes regarding personal hygiene during menstruation among female students were mostly adequate, and attitudes were mostly adequate. This study recommends that the Palu Salvation Army Vocational High School collaborate with health workers to provide information on personal hygiene during menstruation through reproductive health counseling. It is hoped that female students at the Palu Salvation Army Vocational High School will gain more insight into personal hygiene during menstruation.
Edukasi Teknik Nonfarmakologi untuk Mengatasi Gangguan Rasa Nyaman pada Pasien Hipertensi di Desa Lebanu Andi Saifah; Suwarty Nursahara Usman Putra; Dewi Hartatik
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v4i1.666

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sering menimbulkan gangguan rasa nyaman, seperti tengkuk tegang, kepala terasa berat, lemah, sulit tidur, dan gangguan aktivitas sehari-hari. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta Posbindu PTM Desa Lebanu dalam menerapkan teknik nonfarmakologis untuk mengatasi gangguan rasa nyaman akibat hipertensi. Metode pelaksanaan berupa edukasi kesehatan berbasis praktik melalui apersepsi, penyuluhan, diskusi, demonstrasi, redemonstrasi, evaluasi lisan, observasi keterampilan, kunjungan rumah, dan rencana tindak lanjut monitoring kader. Kegiatan dilaksanakan pada 5 Mei 2025 di Gereja Desa Lebanu, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, dengan jumlah peserta 45 orang. Hasil pemeriksaan menunjukkan 42 peserta atau 93,33% teridentifikasi hipertensi. Setelah kegiatan, pengetahuan peserta tentang keluhan hipertensi meningkat dari 33,33% menjadi 100%, penyebab hipertensi dari 15,56% menjadi 86,66%, pengendalian hipertensi dari 11,11% menjadi 82,22%, dan terapi nonfarmakologis dari 0% menjadi 100%. Seluruh peserta atau 100% mampu mempraktikkan relaksasi napas dalam, perendaman kaki menggunakan air hangat, dan akupresur. Respons subjektif peserta juga menunjukkan perubahan dari tengkuk tegang, kepala agak berat, dan lemah/loyo menjadi dada terasa lebih lega, kepala lebih ringan, rasa mengantuk berkurang, dan tubuh terasa lebih segar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis demonstrasi dan redemonstrasi efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan perawatan mandiri untuk mengatasi gangguan rasa nyaman akibat hipertensi. Terapi nonfarmakologis ini bersifat komplementer dan perlu dilanjutkan melalui monitoring kader serta kontrol tekanan darah secara berkala.